SIMPOSIUM PROGRAM RESEACH AND INNOVATION IN SCIENCE AND TECHNOLOGY PROJECT (RISET-PRO)

Jakarta(12/11),  Research and Innovation in Science and Technology Project (Riset-PRO) menyelenggarakan Simposium dengan tema “Kontribusi Riset-Pro dalam Membangun Ekosistem Inovasi Indonesia” dan sub tema “Sinergi  sumber daya dan kolaborasi riset  dalam memperkuat Inovasi Indonesia”. Simposium dibuka secara virtual oleh Menteri Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro. Pada kesempatan itu Menristek juga memberikan sambutan bahwa  dengan adanya program Riset-Pro ini bisa mendorong ekosistem Riset dan Inovasi, karena ekosistem ini sangat diperlukan dalam sebuah negara.
Kapusdiklat Wisnu S. Soenarso saat memberikan sambutan

Menristek/BRIN membuka acara Simposium sekaligus memberikan sambutan

Selain itu Menristek juga berpesan kepada penerima  beasiswa untuk bisa menerapkan ilmunya minimal didalam kegiatan sehari-hari di lingkungan pekerjaan. “Untuk menciptakan ekosistem dan meningkatkan kapasitas sdm, indikator yg perlu dipenuhi yaitu reformasi LPNK. Diharapkan saat mengirim beasiswa baik gelar maupun non gelar dari LPNK, saat mereka kembali diharapkan mereka tidak hanya menjadi perekayasa tapi dapat memperkuat ekosistem riset dan inovasi di lingkungan tempat kerja masing-masing”. ungkapnya.

Selain Menristek turut memberikan sambutan sebagai keynote speaker dari Program Leader for Human Development of World Bank for Indonesia and Timor Leste: Mr. Achim Daniel Schmillen , Kepala LIPI Dr. Laksana Tri Handoko, M.Sc , dan Sekretaris Utama BPPT Ir. Dadan Moh Nurjaman, M.T.

Dalam  diskusi panel yang membahas Manfaat RISET-Pro dari sisi Penerima dihadirkan pembicara  dari  komponen 1, komponen 2 dan komponen 3 yang mana telah berhasil membuat sebuah inovasi yang bisa menjadi inspirasi para peneliti lain. Adapun pembicaranya sebagai berikut :
Komponen 1:
1. Kepala UPTD Cimahi Techno Park, DadanDharmawan, S.Sos, M.Si.
2. Kepala Pusyantek BPPT Dr. Yenni Bakhtiar

Komponen 2:
Prakoso Bhairawa Putera S.IP., M.A. (Plt. Ka. Biro Perencanaan LIPI)

Komponen 3: Champions Alumni RISET-Pro
a. Dr. Ahmad Fathoni
b. Supriana Suwanda, P.hD

Perlu diketahui bahwa program Riset-Pro ini memiliki empat komponen yang meliputi:

Komponen 1: Penguatan Sistem Inovasi dan Fungsi Teknologi Transfer

Komponen 2: Penguatan Insentif Riset

Komponen 3: Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Manusia Iptek

Komponen 4: Manajemen Proyek.

untuk lebih detail bisa klik disini.

Penerima manfaat utama dari program ini adalah Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) serta tujuh Lembaga Pemerintah Non-Kementerian (LPNK) yang berada di bawah koordinasi Kemenristek, yaitu: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Badan Informasi Geospasial (BIG), Badan Standardisasi Nasional (BSN), Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN). Proyek ini juga melibatkan kelembagaan Iptek terkait seperti perguruan tinggi, lembaga litbang pemerintah pusat dan daerah, lembaga litbang swasta, lembaga intermediasi dan juga sektor industri dalam rangka memfasilitasi proses transfer teknologi dan inovasi.


Alumni dan tamu undangan turut menghadiri acara simposium