Usaha Digital di Cimahi Kembali Beridiri, Setelah Jatuh Akibat Pandemi

            Gelombang pandemi COVID-19 menggulung berbagai usaha di dalam negeri, termasuk bisnis digital yang sedang dirintis di Cimahi, Jawa Barat. Sebanyak 29 start up di bidang digital yang dibina di Cihami  Techno Park (STP) tutup sejak pemberlakuan Pembatasan Sosial Bersekala Besar  atau PSBB sejak April lalu. Akibatnya usaha mereka yang sedang mengalami pertumbuhan harus berhenti.

            Tercatat omzet dari usaha rintisan ini selama tiga tahun sejak 2016 hingga 2019 mampu menghasilkan Rp 63 Miliar. Selain memperoleh miliaran rupiah di klaster binaan Riset-Pro Kemenristek/BRIN ini telah menggelar kegiatan sebanyak 90 kegiatan terkait industri digital kreatif. Usaha ini juga menyedot banyak tenaga kerja. Dari 29 unit usaha, telah terkumpul lebih dari 200 orang tenaga kerja.

            Salah satu produk yang dihasilkan Ayena Studio, salah satu unit usaha di Cimahi Techno Park, yaitu film animasi berjudul Super Neli. Serial kartun ini sempat  tayang di televisi nasional. Selain animasi, beragam produk digital seperti design grafis, permainan dihasilkan di tempat ini. Namun usaha rintisan yang semula cerah mendadak meredup akibat wabah virus corona.

            Setelah empat bulan ditutup, 3 Agustus lalu, Cimahi Techno Park kembali dibuka.  Dari 29 unit usaha yang kembali beroperasi  sekitar 17 unit usaha yang mulai kembali beroperasi di Cimahi Techno Park. “Alhamdulillah ada anggara dari pemerintah Kota Cimahi untuk mendorong usaha digital yang terpuruk selama pandemi,” papar Adet Chandra Kepala Dinas Perdagangan Koperasi UKM dan Perindustrian Kota Cimahi, di Worskhop Pengembangan Klaster Inovasi di Kawasan Sains dan Teknologi, 3-4 September 2020, di Kampus Pusdiklat Kemenristekdikti, Tangerang Selatan, Banten.

            Perlahan  usaha-usaha rintisan ini mulai kembali bangkit. Mereka sudah kembali menerima orderan baik dari dalam maupun luar negeri. Diantaranya mengerjakan desain grafis yang nilainya dari USD 5, sampai yang seharga USD 150. “Saya optimis permintaan dibidang digital kreatif akan terus meningkat karena pasarnya yang terus tumbuh,” jelas Adet.

            Usaha yang terus dikembangkan dari klaster ini yaitu Film Animasi, Virtual Reality dan Social Media. Selain itu Indonesia Disney akan bekerjasama dengan Cimahi Techno Park.

Super Neli salah satu tokoh Animasi yang dibuat di Cimahi Techno Park

Klaster lainnya yang masih bertahan dan terus berkembang yaitu Klaster Science Techno Park (STP) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Beragam inovasi muncul di sini. Diantaranya pengembangan klaster pertanian, perikanan cerdas, dan lain-lain. Pengembangan lainnya yaitu di bidang inovasi pangan, digital kreatif, industri 4.0. dalam bidang biologi, kimia, dan alat kesehatan.

Dalam forum itu, Gopa Kusworo dari Riset-Pro menambahkan STP harus mampu menggabungkan hasil riset dengan unit usaha yang sedang dirintis. Klaster diharapkan dapat melahirkan usaha-usaha pemula yang lebih banyak.

 

(Bam/Riset-Pro)