Sistem Pencarian Tenaga Ahli

               Para ahli di bidang kesehatan seperti dokter, ahli virus, ahli vaksin, dan ahli farmasi  menjadi orang yang paling dicari di masa pandemi ini. Mereka diperlukan kemampuannya untuk mengatasi persoalan covid-19.

               Para ahli ini tidak sulit ditemukan jika ada  sebuah sistem  yang menampung data berbagi ahli dengan kemampuan yang mereka miliki sesuai bidangnya. Tidak hanya ahli kesehatan tetapi juga orang yang memiliki kemampuan lainnya, diantaranya ekonomi, energi, politik, teknik elektro, teknik mesin, sejarah dan lain-lain.

               Pembahasan sebuah sistem pencarian para expert atau ahli ini menjadi tema diskusi yang diadakan secara online oleh Komponen 2 Riset-Pro Kemenristek/ BRIN, Kamis, 10 September. Pembicara dalam diskusi itu Ardiansyah Dosen Teknik Informatika Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta menjelaskan website pencari ahli nanti akan membantu pemerintah untuk mengatasi persoalan yang ada di negeri ini.

               Dia memaparkan dalam sistemnya nanti akan berisi data profil seorang ahli serta hasil-hasil penelitainnya. “Selain itu, untuk membuat sistem ini ini perlu dimasukan kata kunci yang cukup detail sehingga memudahkan untuk mencari ahli yang diperlukan.” Jelas Ardiansyah.

               Fitur pencarian pakar rencananya akan dimasukan Sistem Informasi Eksekutif Monitoring Evaluasi Riset dan Pengembangan (Monev Risbang) Kemenristek/ BRIN. Monev Risbang adalah layanan gudang data dan intelijensia bisnis berbasis web yang dikembangkan oleh Ditjen Penguatan Risbang, Kemenristek/BRIN.

Winastwan Gora Konsultan Komponen 2 RISET-Pro menyampaikan dalam pengembangan Monev Risbang akan dimasukan data para peneliti, seperti riwayat penelitiannya, dan bidang yang menjadi fokus penelitiannya.

               Selain itu gora juga menyampaikan yang menjadi target dari Monev Risbang hingga 2020 nanti yaitu perluasan dan pendalaman basis data. Target lainnya pemanfaatan data dari Monev Risbang tidak hanya dari dari internal tetapi ada anggota kelompok, forum pendanaan riset, salah satunya  LPDP.