KONDISI PANDEMI, PUSDIKLAT KEMENRISTEK/BRIN MENYELENGGARAKAN PELATIHAN LEGISLATIVE DRAFTING DENGAN METODE BLENDED LEARNING

Serpong (31/08/2020), bertempat di Kampus Pusdiklat Gedung TMC 124, Kawasan Puspiptek, Pusdiklat Kemenristek/BRIN kembali menggelar kegiatan peningkatan kompetensi bagi SDM di lingkungan Kemenristek/BRIN. Jika sebelumnya telah dilaksanakan pelatihan Legal Drafting yang diselenggarakan bekerja sama dengan Jimly School of Law and Government, kali ini Pusdiklat kembali bekerja sama dengan Jimly School of Law dan Government menyelenggarakan kegiatan pelatihan Legislative Drafting dengan metode blended learning.

Melihat animo yang cukup besar dari pegawai di lingkungan Kemenristek/BRIN untuk mengikuti pelatihan Legislative Drafting ini, maka pelatihan dibagi menjadi 2 angkatan. Pelatihan Legislative Drafting ini dilangsungkan pada hari Senin, 31 Agustus 2020 sampai dengan hari Kamis, 3 September 2020 untuk angkatan I dan hari Selasa, 1 September 2020 sampai dengan hari Jumat, 4 Septemeber 2020 untuk angkatan II.

Kondisi pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat para peserta untuk mengikuti pelatihan ini, sehingga Pusdiklat sebagai penyelenggara kegiatan secara bersungguh-sungguh mengutamakan dan menjunjung protokol kesehatan dalam pelaksanaan pelatihan ini. Peserta diwajibkan menggunakan masker dan melakukan cek suhu tubuh sebelum memasuki Kampus Pusdiklat. Peserta juga wajib mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir di tempat cuci tangan yang telah disediakan di depan pintu masuk Kampus Pusdiklat. Selain itu, peserta juga dibekali dengan training kit berupa alat pelindung diri yang terdiri dari face shield dan hand sanitizer.


Peserta melakukan registrasi sebelum memasuki ruangan

Kegiatan pelatihan Legislative Drafting ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh seluruh peserta. Kemudian acara dibuka dengan laporan penyelenggaraan kegiatan pelatihan Legislative Drafting oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan. Ruben Silitonga selaku Kepala Bidang Penyelenggaran menyampaikan bahwa minat pegawai di lingkungan Kemenristek/BRIN untuk mengikuti pelatihan Legislative Drafting ini cukup besar. Peserta pelatihan untuk angkatan I terdiri dari 40 peserta dan untuk angkatan II terdiri dari 35 peserta.

Peserta Legislative Drafting Angkatan I
No. Unit Kerja Jumlah Peserta
1. Biro Hukum dan Organsiasi 10 orang
2. Biro Keuangan dan Umum 4 orang
3. Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual 2 orang
4. Direktorat Pengembangan Teknologi Industri 3 orang
5. Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat 3 orang
6. Direktorat Sistem Inovasi 2 orang
7. Direktorat Sistem Riset dan Pengembangan 3 orang
8. Pusat Data dan Informasi 2 orang
9. Pusat Peragaan IPTEK 3 orang
10. Sekretariat Deputi Bidang Penguatan Inovasi 2 orang
11. Sekretariat Deputi Bidang Pengutan Riset dan Pengembangan 2 orang
12. Pusat Pendidikan dan Pelatihan 4 orang

 

Peserta Legislative Drafting Angkatan II
No. Unit Kerja Jumlah Peserta
1. Biro Keuangan dan Umum 4 orang
2. Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual 3 orang
3. Direktorat Pengembangan Teknologi Industri 2 orang
4. Pusat Data dan Informasi 2 orang
5. Biro Hukum dan Organisasi 10 orang
6. Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik 4 orang
7. Biro Sumber Daya Manusia 4 orang
8. Biro Perencanaan 3 orang
9. Direktorat Inovasi Industri 3 orang


Suasana di ruangan pelatihan Legislative Drafting

Penyelenggaraan kegiatan pelatihan Legislative Drafting ini dilakukan selama 4 hari kerja untuk masing masing angkatan dengan menggunakan metode blended learning, dimana pelaksanaan dilakukan secara tatap muka dan juga secara online.


Kepala Pusdiklat memberikan sambutan dan arahannya

Selanjutnya, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan memberikan sambutan dan arahannya untuk kegiatan pelatihan ini. Dalam sambutannya, Wisnu S. Soenarso selaku Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan menyampaikan bahwa pelatihan ini bersifat umum saja, sehingga peserta yang tidak memiliki basic hukum tidak perlu minder. Dengan adanya pelatihan ini justru diharapkan bahwa peserta sedikit banyak dapat memiliki dasar pemahaman terkait penyusunan peraturan perundang-undangan, sehingga jika nantinya peserta terlibat dalam penyusunan peraturan perundang-undangan di lingkungan Kemenristek/BRIN setidaknya para peserta tidak melenceng terlalu jauh dari substansinya. Peserta juga akan diberikan keterampilan dalam hal penyusunan peraturan perundang-undangan ini, dimana nanti di hari terakhir pelatihan peserta akan diajak untuk membuat konsep peraturan perundang-undangan yang sederhana. Sambutan Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan ini pun sekaligus meresmikan dibukanya rangkaian kegiatan pelatihan Legislative Drafting ini yang kemudian akan diisi oleh pemateri dari Jimly School of Law and Government.

 

DA