Maksimalkan Kelapa Sawit Sebagai Sumber Energi

Ketergantungan dengan energi yang tidak dapat diperbaharui dapat berbahaya. Oleh karena itu, perlu diupayakan untuk memaksimalkan potensi sumber-sumber energi alternatif menggantikan energi fosil.

Sumber energi alternatif yang cukup banyak dimiliki Indonesia antara lain berasal dari kelapa sawit. Permasalahan inilah yang menjadi dasar penelitian Nadia Dwi Kartika Penerima beasiswa non gelar Riset-Pro Kemenristek/ BRIN.

Nadia menilai pemanfaatan kelapa sawit sebagai potensi energi yang dapat didaur ulang dapat dimaksimalkan. Selama ini dari satu buah pohon kelapa sawit, 90% nya menjadi limbah biomassa. Hanya sekitar 10% yang dimanfaatkan dalam bentuk minyak atau produk turunannya.

Menurut Nadia yang mempertajam penelitiannya di Wageningen University, Belanda November 2019, seluruh bagian dari pohon kelapa sawit dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi. “Bagian lain dari pohon kelapa sawit seperti serat buah, pelepah, batang,  tandan buah kosong, dan bahkan limbah pabrik kelapa sawit merupakan calon bahan baku yang potensial untuk bioproduk, biofuel dan biopower, “ paparnya.

Sementara itu ketersediaan pasokan kelapa sawit Indonesia saat ini sangat melimpah. Berdasarkan data badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018, luas perkebunan kelapa sawit mencapai 12,76 juta hektar dengan produki minyak sawit sebanyak 36,59 juta ton.

Biomassa kelapa sawit juga dapat diubah menjadi bio-pellet atau bio-batubara sebagai pengganti batubara konvensional.  Penggunaan bio-pellet untuk bahan bakar pembangkit listrik lebih ramah lingkungan karena bisa mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK).

Emisi energi fosil merupakan penyumbang terbesar terhadap emisi GRK di dunia dan di Indonesia khususnya. Kontribusi produksi listrik di Indonesia 61% berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap Batubara. Oleh karena itu, biomassa kelapa sawit ini dapat menjadi energi alternatif terbarukan yang sangat menjanjikan untuk mendukung produksi listrik ramah lingkungan.

Pembangkit listrik berbahan bakar biomassa juga bisa terintegrasi dengan pabrik pengolahan kelapa sawit sehingga selalu menjadi sumber energi terbarukan. Keberadaannya  sekaligus juga membawa manfaat yang besar bagi masyarakat, khususnya di sekitar area pabrik.

Banyak negara di dunia mulai beralih ke biomassa kelapa sawit karena merupakan energi ramah lingkungan dan merupakan sumber energi terbarukan yang berperan penting dalam keberlanjutan pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Dengan memproduksi biomassa ini, Indonesia menghadapi implikasi sosial ekonomi dan lingkungan. Contohnya, dari segi ekonomi, Indonesia berpotensi mendapatkan mendapatkan keuntungan dari permintaan global akan bioenergi. Sudah saatnya biomasa kelapa sawit ini menjadi perhatian kita bersama demi kepentingan nasional saat ini dan di masa mendatang.

(Bam/Riset-Pro)