Pusdiklat Kemenristek/BRIN Lakukan Seleksi Administrasi Calon Beasiswa Saintek 2020

Mengutip ungkapan dari seorangan ilmuwan yang juga dikenal sebagai Bapak Pendiri Amerika Serikat, Benjamin Franklin bahwa ”Investasi dalam pengetahuan selalu membayar bunga terbaik”. Kutipan ini dapat menjadi salah satu dasar filosofis bagaimana penting dan strategisnya suatu program beasiswa sebagai bentuk upaya meningkatkan kualitas SDM sebagai pondasi pembangunan nasional . Oleh karena itu, meskipun pada tahun 2020 ini terjadi suatu kondisi kedaruratan kesehatan oleh pandemi Covid-19, pelaksanaan program beasiswa sainstek 2020 ini tetap berjalan sesuai dengan jadwal yang telah dirancang dari awal tahun.

Jika melihat data Global Innovation Index (GII) 2019, Indonesia memiliki skor 29,8 atau peringkat ke-85 dari 129 negara di dunia. Di regional ASEAN, peringkat inovasi Indonesia berada di posisi kedua terendah. Menyadari bahwa kekuatan daya saing iptek bangsa Indonesia relatif masih lebih rendah dibandingkan dengan bangsa-bangsa lain di dunia maka dipandang penting untuk kembali meningkatkan kualitas SDM Iptek bangsa ini. Maka program pengembangan ilmu dan Program Beasiswa Saintek bertujuan untuk meningkatkan daya saing melaui riset dan inovasi Indonesia sebagai penggerak utama pembangunan ekonomi melalui peningkatan kualifikasi SDM Litbangjirap.

Program Beasiswa ini memprioritaskan pemanfaatan sarana laboratorium yang ada di masing-masing lembaga riset. Selain itu, dalam melakukan kegiatan penelitian ilmiah harus memanfaatkan profesor riset atau para doktor yang ada di lembaga litbang Pemerintah. Hal tersebut dimaksudkan untuk membangun sinergi kegiatan riset dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di setiap lembaga litbang.

Bidang studi yang dapat dipilih oleh pendaftar pada program beasiswa tahun 2020 meliputi Bidang Fokus Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) 2017-2045, Flagship Prioritas Riset Nasional (PRN) dalam RJPMN 2020-2024, Program Flagship LPNK Ristek/BRIN serta termasuk didalamnya untuk mendukung program prioritas pemerintah yaitu mengantisipasi pandemic kesehatan, bencana alam dan non alam.  Selengkapnya bidang studi yang dapat dipilih sebagai tema riset untuk penulisan tesis/disertasi selama menempuh studi yaitu:

  1. Pangan dan Pertanian;
  2. Energi, Energi Baru dan Terbarukan;
  3. Kesehatan dan Obat;
  4. Transportasi;
  5. Telekomunikasi, Informasi dan Komunikasi;
  6. Teknologi Pertahanan dan Keamanan;
  7. Material Maju
  8. Maritim
  9. Kebencanaan
  10. Sosial Humaniora

Sistem seleksi yang diterapkan dalam program ini meliputi tiga tahap, yaitu Seleksi Administrasi, Seleksi Proposal Penelitian dan rencana penyelesaian studi, dan Seleksi Akademik. Seleksi Administrasi dilakukan oleh Pengelola Program Beasiswa Saintek di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kemenristek /BRIN. Seleksi Proposal dilakukan oleh ahli/pakar yang ditugaskan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kemenristek/BRIN. Seleksi Akademik dilakukan pada perguruan tinggi yang dituju oleh pendaftar.

Berdasarkan data yang calon peserta yang telah disubmit pada portal  saintek.ristekbrin.go.id/  pertanggal 01 Juli 2020 dapat diketahui  terdapat 184 calon Beasiswa Saintek yang telah mensubmit, yang terdiri dari 152 orang calon pendaftaran beasiswa S2 dan 32 orang calon pendaftar beasiswa S3.

Grafik 1Latar belakang pendaftar  berdasarkan lembaga/instansi

Dilihat profil latar belakang peserta, pada tahap seleksi administrasi ini sebagian besar pendaftar ( 89 %) berasal dari lingkungan Kemenristek/BRIN yaitu LIPI, BPPT, BIG, BSN, BATAN, BAPETEN dan LAPAN. Sedangkan 11 % berasal dari umum atau eksternal Kemernistek/BRIN. Hasil seleksi administrasi direncanakan dapat diumumkan pada  minggu kedua Juli 2020.

 

SA