Pejabat dari Kemenristekdikti, Kemenko Kemaritiman, BPPT, dan BSN

UPACARA PERINGATAN HARI KESAKTIAN PANCASILA TAHUN 2019 KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI

Jakarta, 1 Oktober 2019 – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) bersama Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia (Kemenko Kemaritiman), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan Badan Standardisasi Nasional (BSN) menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2019 dengan tema “Pancasila sebagai Dasar Penguatan Karakter Bangsa Menuju Indonesia Maju dan Bahagia”. Kegiatan dilaksanakan di Lantai 3 Gedung BPPT II, Jl. MH. Thamrin No. 8, Jakarta Pusat. Bertindak sebagai Pembina upacara Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti Prof. Ainun Na’im, Ph.D, M.B.A. dan dihadiri oleh Pejabat Eselon I, II, III, dan IV serta Pegawai di Lingkungan Kemenristekdikti, Kemenko Kemaritiman, BPPT, dan BSN.

Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti
Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti, Ainun Naim menjadi pembina upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2019

Setiap tanggal 1 Oktober rakyat Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila dengan diadakannya upacara di berbagai instansi pemerintah, dan untuk skala nasional upacara tersebut diadakan di lokasi tempat terjadinya sejarah yaitu di Lubang Buaya.

Dalam Upacara kali ini dibacakan pula Ikrar Hari Kesaktian Pancasila dari Ketua DPR RI, H. Bambang Soesatyo, S.E., M.B.A., Atas Nama Bangsa Indonesia dengan uraian sebagai berikut.

Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami yang melakukan upacara ini menyadari sepenuhnya:

bahwa sejak diproklamasikan Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 pada kenyataannya telah banyak terjadi rongrongan baik dari dalam negeri maupun luar negeri terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia;

bahwa rongrongan tersebut dimungkinkan oleh karena kelengahan, kekurangwaspadaan Bangsa Indonesia terhadap kegiatan yang berupaya untuk menumbangkan Pancasila sebagai Ideologi Negara;

bahwa dengan semangat kebersamaan yang dilandasi oleh nilai-nilai luhur ideologi Pancasila, Bangsa Indonesia tetap dapat memperkokoh tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia;

maka di hadapan Tuhan Yang Maha Esa dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila, kami membulatkan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan menggalang kebersamaan untuk memperjuangkan, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sementara itu, ditemui seusai Upacara, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Dr. Ir. Hammam Riza, M.Sc. terkait tema yang diangkat menyampaikan pengembangan Sumber Daya Manusia sebagai penggerak dari seluruh kegiatan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, inovasi yang didorong dan berpusat pada kapabilitas serta kapasitas dari Sumber Daya Manusia. Untuk itu individu harus dibentuk karakternya sebagai seorang yang berjiwa patriot di dalam tugas melaksanakan kegiatan-kegiatannya yang memang untuk membangun ekonomi, membangun Negara Indonesia sesuai dengan visinya, Indonesia yang maju, mandiri, adil, dan Makmur. Oleh karenanya karakter bangsa ini sangat diperlukan di dalam individu-individu sumber daya manusia ilmu pengetahuan dan teknologi (SDM Iptek) yang merupakan talenta-talenta yang akan menjadi penggerak, penghela pertumbuhan itu melalui kegiatan-kegiatan inovasinya, menghasilkan inovasi, mendayagunakan teknologi, memanfaatkan teknologi, dan menyampaikannya kepada masyarakat. “Saya harap sumber daya manusia itulah memiliki karakter kebangsaan Pancasila, menjadi ideologi kita dan ini memang diamalkan di dalam seluruh aspek kehidupan sebagai seorang warga negara Indonesia”, ungkapnya.

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Dr. Ir. Hammam Riza, M.Sc.
Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Dr. Ir. Hammam Riza, M.Sc.

Lebih lanjut, Riza menambahkan tantangan kedepan, sumber daya manusia ini harus dibangun kompetensinya. Bagi pejabat di kantor pemerintahan kompetensi itu ada kompetensi teknis, kompetensi manajerial, sosial kultural itu semua harus menyatu ke dalam seorang individu bukan saja pejabat struktural tapi juga fungsional.

MAS

DOKUMENTASI KEGIATAN