MEMBANGUN SINERGI MELALUI KTI

Pandeglang, 11 Oktober 2019 – Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Pusdiklat Kemenristekdikti) khususnya Bagian Tata Usaha bersama dua orang widyaiswara, Agus Sediadi dan Malikuz Zahar melakukan studi banding (benchmarking) ke Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Daerah Provinsi Banten di Kabupaten Pandeglang dalam rangka pengembangan sistem informasi pelatihan. Saat ini BPSDMD Provinsi Banten yang berdiri sejak 2004, telah memperoleh akreditasi A untuk pelaksanaan Pelatihan Dasar (Latsar), Pelatihan Kepemimpinan Tingkat III dan IV, Pelatihan Kepemimpinan Tingkat II dan juga satu-satunya BPSDM dengan bidang fokus pembuatan Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang juga sudah masuk di SINTA Ristekdikti (Science and Technology Index).

 Foto penyerahan cinderamata dari Pusdiklat Kemenrinstekdikti

Kunjungan tim Pusdiklat yang dipimpin oleh Siti Aminah, Kepala Bagian Tata Usaha diterima langsung oleh Endrawati, kepala BPSDM Provinsi Banten yang didampingi sekretaris BPSDM, beberapa jajaran struktural dan Endan Suwandana, Widyaiswara  Ahli Madya yang saat ini sedang mempersiapkan orasi untuk menjadi Widyaiswara Ahli Utama. “BPSDM Provinsi Banten menjadi satu-satunya lembaga yang melaksanakan KTI dengan pola dan metode baru, dan sudah bekerjasama dengan berbagai pusat pendidikan baik daerah maupun lenbaga/kementerian”, ujar Endrawati.

Foto saat pertemuan di ruang pertemuan kepala PBSDM

BPSDM Provinsi Banten juga sudah mempunyai Jurnal Lingkar Widyaiswara (JULIWI) sejak tahun 2014 yang pembentukannya diprakarsai oleh para widyaiswara di BPSDM dan saat ini Pusdiklat Kemenristekdikti berencana akan membuat jurnal online pada tahun 2020 sebagai media ilmiah bagi SDM Kemenristekdikti khususnya bagi pejabat fungsional tertentu (widyaiswara) untuk menumbuhkan minat dan kebiasaan menulis dengan kaidah ilmiah. Selanjutnya,  Pusdiklat Kemenristekdikti juga akan bekerjasama dalam melaksanakan pelatihan KTI dengan Metode Berfikir Terbalik sebagai tindak lanjut dari kunjungan ini untuk melahirkan peneliti-peneliti pemula.

 

RM