KEGIATAN PELATIHAN PRA PURNABHAKTI TENAGA KEPENDIDIKAN DI LINGKUNGAN KEMENRISTEKDIKTI TAHUN 2019

Purnabhakti atau pensiun diartikan sebagai masa setelah berakhirnya masa bakti yang akan dihadapi oleh setiap Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pada masa purnabhakti atau pensiun, PNS diberikan jaminan hari tua dan sebagai penghargaan atas jasa-jasa selama bertahun-tahun bekerja dalam dinas pemerintah. Memasuki masa purnabhakti setiap PNS akan dihadapkan pada tantangan yang sangat kompleks, karena secara psikologis harus menyesuaikan diri dengan lingkungan hidup yang baru. Ketika masih bekerja, pegawai akan melaksanakan rutinitas pekerjaan yang produktif hampir setiap hari, namun ketika memasuki masa purnabhakti akan menghadapi rutinitas dan lingkungan yang berbeda yang kemungkinan produktivitasnya bisa saja menurun dari sebelumnya atau bahkan tidak lagi produktif sama sekali. Sebagai upaya menghadapi problema serta tantangan yang akan dihadapi pegawai ketika memasuki masa Purnabhakti maka Pusdiklat Kemenristekdikti menyelenggarakan program pelatihan pra-purnabhakti bagi PNS di lingkungan Kemenristekdikti. Program pelatihan ini diharapkan menjadi bekal bagi PNS Kemenristekdikti untuk memperkuat sikap optimis dan jiwa kreatif peserta dalam menghadapi masa purnabhakti.

Foto 1. Pemberian Materi di Kelas

Pusdiklat Kemenristekdikti menyelenggarakan Pelatihan Pra-purnabhakti Tenaga Kependidikan di Lingkungan Kemenristekdikti yang diselenggarakan di Hotel Sutan Raja, Manado mulai tanggal 21 s.d 25 Oktober 2019. Peserta pelatihan ini berjumlah 38 orang terdiri dari 8 orang dari Politeknik Negeri Manado, 16 orang dari Universitas Sam Ratulangi, dan 14 orang dari Universitas Negeri Manado. Program pelatihan ini bertujuan menjelaskan kebijakan purnabhakti, menjelaskan pola hidup sehat, merinci pengelolaan keuangan, menerapkan jiwa kewirausahaan, menerapkan keterampilan usaha, dan merencanakan aksi purnabhakti. Dalam kegiatan ini peserta tidak hanya belajar teori tetapi ada observasi langsung di lapangan dan juga praktek. Pada hari pertama peserta diberikan teori-teori terkait Hak dan Kewajiban Purnabhakti PNS, Pendidikan Psikologi, dan Dasar-Dasar Kewirausahaan. Hari kedua peserta diberikan materi membangun karakter kewirausahaan melalui permainan-permainan yang membangun karakter wirausaha dan juga membangun komunikasi bisnis. Hari ketiga peserta melakukan kunjungan ke sentra-sentra usaha dan juga melakukan penyusunan business plan. Hari keempat peserta melakukan demo usaha dan praktik keterampilan dan juga diberikan materi terkait cara hidup sehat. Dihari terakhir dilakukan evaluasi kegiatan dan penutupan.

;”>Foto 2 dan 3. Kegiatan membangun karakter kewirausahaan melalui permainan dan Kunjungan ke sentra-sentra usaha

Pelatihan Pra-purnabhakti ini ditutup secara resmi pada hari Jumat, 25 Oktober 2019 oleh Kepala Bidang Program dan Kerjasama, Lanjar. Lanjar berpesan kepada para peserta untuk mengembangkan diri serta berinovasi dengan memanfaatkan sumber daya serta potensi yang yang ada didaerah untuk mulai berwirausaha. Setelah pelatihan ini berakhir ada 25 peserta yang menyatakan akan membuka usaha ketika nanti memasuki masa purnabhakti, dan sebagai masukan kepada Pusdiklat para peserta meminta untuk menambah kuota pada pelatihan selanjutnya karena menurut peserta pelatihan ini sangat bermanfaat.

Foto 4. Pelepasan tanda peserta menandai berakhirnya pelatihan

Grace Manalisik sebagai salah satu peserta pelatihan Prapurnabhakti dari Universitas Sam Ratulangi menyampaikan bahwa ia merasa beruntung mendapat kesempatan untuk mengikuti pelatihan ini karena banyak hal yang didapatkan Grace termasuk bagaimana mengatur pola hidup sehat, membangun motivasi dan jiwa kewirausahaan. Grace berharap kedepan semakin banyak pegawai yang dapat mengikuti kegiatan pelatihan ini.

Foto 5. Penyerahan sertifikat pelatihan kepada peserta terbaik.

Salah satu peserta yang juga berasal dari Universitas Sam Ratulangi, Dony  menyatakan bahwa ia merasa pelatihan ini sangat banyak manfaatnya. Doni menuturkan pengalaman temannya ketika mengalami stroke saat memasuki masa pensiun karena belum siap hingga mengalami stress yang menjadi pemicu penyakti tersebut. Sehingga berangkat dari pengalaman temannya Doni merasa bahwa pelatihan seperti ini penting sebagai bentuk persiapan untuk memasuki masa Purnabhakti, menghindari stress atau kejenuhan dengan berwirausaha. Doni menyampaikan bahwa melalui pelatihan ini ia siap untuk memasuki masa purnabhakti bahkan sudah memiliki rencana kedepan untuk merintis  usaha rumah makan, ungkapnya.

aBertambahnya usia hingga menua adalah hal yang akan dialami semua orang, namun menjalani masa tua dengan produktif adalah pilihan. Adanya pelatihan Pra-purnabhakti ini sebagai modal awal bagi PNS agar siap memasuki masa purnabhakti, sebab apabila masa purnabhakti disiapkan dengan baik maka bahagia lahir dan batin di masa tua bukan lagi sebuah keniscayaan.