PENUTUPAN PELATIHAN PIM IV ANGKATAN V TAHUN 2019 BERLANGSUNG LANCAR DAN HARU

Tangerang Selatan, 19 Oktober 2019 – Penutupan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat IV Angkatan V Tahun 2019 di Kampus Pusdiklat Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi berjalan dengan lancar. Kegiatan yang dimulai jam 10.00 WIB ini ditutup langsung oleh Kepala Pusdiklat Kemenristedikti, Wisnu S. Soenarso. Kegiatan ini dihadiri oleh tamu undangan baik dari perguruan tinggi maupun unit utama serta pejabat struktural dan fungsional Pusdiklat Kemenristekdikti sendiri. 

Kegiatan ini dimulai dengan penyampaian laporan pelaksanaan diklat oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan Pusdiklat Kemenristekdikti, Ruben Silitonga. Salah satu isi laporan yang dibacakan adalah terkait kelulusan peserta. Seluruh peserta yang berjumlah 40 orang pada Pelatihan Kepemimpinan Tingkat IV Angkatan V Tahun 2019 ini dinyatakan lulus. Enam belas peserta lulus dengan predikat sangat memuaskan, dan 24 peserta lulus dengan predikat memuaskan. Selain itu, diumumkan pula lima peserta terbaik yang mendapatkan piagam penghargaan. Kelima peserta terbaik yaitu:

  1. Hermawan Rudhianto, SE, M.Si (Universitas Sebelas Maret)
  2. Eva Novianti Hestivera, ST, SE (Universitas Tanjungpura)
  3. Yulistiarini Kumaraningrum, SP, MM (Universitas Gadjah Mada)
  4. Rini Susanti, ST (Biro Perencanaan)
  5. Luthfi Ilham Ramdhani, S.Sos (Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan

Selanjutnya, Kepala Pusdiklat Kemenristekdikti, Wisnu S. Soenarso menyampaikan sambutan sekaligus menutup Pelatihan Kepemimpinan Tingkat IV Angkatan V Tahun 2019 secara resmi. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan piagam penghargaan kepada lima peserta terbaik oleh Kepala Pusdiklat Kemenristekdikti dengan didampingi oleh Rektor Universitas Makassar dan Kepala Bidang Penyelenggaraan Pusdiklat Kemenristekdikti.

Seusai pemberian penghargaan kepada lima peserta terbaik, dilanjutkan pernyampaian pesan dan kesan oleh Mikhel Ibo dari Universitas Papua. Hati terasa berdesir mendengar ungkapan hati Mikhel Ibo dari Universitas Papua. Ia mengawali dengan bercerita tentang kerusuhan yang terjadi di Papua. “Saya mencintai Indonesia, tetapi Indonesia tidak mencintai saya.” Sepotong kalimat itu rasanya menghujam tepat ke hati. Bagaimana mungkin, rakyatnya merasa tidak dicintai oleh bangsanya sendiri. Mereka merasa seperti orang asing di negarinya sendiri. Kenyataan itu sungguh miris. “Tapi semenjak saya mengikuti diklat ini, saya baru menyadari bahwa Indonesia juga mencintai saya.” Kalimat itu seperti oase di tengah gurun pasir, begitu melegakan. Di ujung penyampaian pesan dan kesan, Mikhel Ibo sedikit tercekat, ia berhenti bicara sejenak berusaha menahan airmatnya yang hampir tumpah. “Anak-anak Papua yang keluar dari Papua untuk menuntut ilmu, tolong kalian jaga, agar kelak saat mereka kembali, mereka akan bilang saya cinta Indonesia.” Kalimat itu ia tujukan kepada seluruh peserta diklat yang juga rekan seperjuangannya yang mayoritas berasal dari perguruan tinggi. Kalimat itu menutup penyampaian pesan kesannya. Penyampaian yang sungguh luar biasa, seluruh isi ruangan memberikan tepuk tangan di akhir penyampaiannya. Hal itu menyadarkan kita bahwa banyak dari kita, rakyat Indonesia yang masih merasa dianak tirikan, masih merasa dibedakan. Itulah tugas kita semua untuk menghilangkan pemikiran itu untuk Indonesia yang lebih maju. 


Mikhel Ibo dari Universitas Papua

Usai penyampaian pesan dan kesan, dilakukan pelepasan tanda peserta yang diwakili oleh tiga orang peserta yang menandakan bahwa pelatihan telah selesai. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian sertifikat kelulusan bagi peserta dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat dari Kepala Pusdiklat dan seluruh undangan yang hadir. Sebelum ditutup dengan foto Bersama, ditampilkan pula dokumentasi kegiatan para peserta selama mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Tingkat IV Angkatan V Tahun 2019.

Peserta terbaik satu dan dua sempat diwawancarai bersamaan seusai kegiatan penutupan berakhir terkait proyek perubahan mereka. Hermawan Rudhianto, SE, M.Si (Universitas Sebelas Maret) yang berhasil meraih nilai tertinggi mengatakan bahwa proyek perubahan itu sudah terimplementasi, meskipun belum semuanya. Hal itu dikarenakan kerjasama yang dilakukan dengan stake holder eksternal, yaitu tiga perbankan. Satu stake holder yang telah terimplementasi yaitu Bank BNI, sedangkan Bank Mandiri dan BTN ditargetkan terimplementasi pada sekitar bulan Mei Tahun 2020. Tidak jauh berbeda dengan Eva Novianti Hestivera, ST, SE (Universitas Tanjungpura) yang menyandang peserta terbaik dua. Eva mengatakan bahwa proyek perubahannya berhasil menarik untuk jangka menengah yaitu terkait usul proses pensiun. Proyek perubahan ini sudah mulai dijalankan, sudah berhasil mengajukan dua usulan sampai ke tingkat kementerian. Untuk saat ini masih untuk usul pensiun dosen, dan diharapkan ke depannya akan merambah ke tenaga kependidikan. Target jangka panjang diharapkan terealisasi akhir tahun ini.