PUSDIKLAT KEMENRISTEKDIKTI GELAR SOSIALISASI PELAKSANAAN REFORMASI BIROKRASI

Jakarta – Dalam rangka penilaian Reformasi Birokrasi di Lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Pusdiklat Kemenristekdikti menyelenggarakan sosialisasi pelaksanaan Reformasi Birokrasi bertempat di Ruang Rapat Lantai 18, Gedung BPPT II Jakarta pada Kamis (5/9/2019). Kegiatan sosialisasi ini dibuka oleh Kepala Bagian Tata Usaha Pusdiklat Kemenristekdikti, Siti Aminah dan dihadiri oleh pejabat dari Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek), Pusat Data dan Informasi (Pusdatin), serta pegawai di Lingkungan Pusdiklat Kemenristekdikti.

Dalam sambutannya, Siti Aminah menyampaikan Evaluasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) akan dilaksanakan dari tanggal 9 September 2019 selama rentang waktu 30 hari. “Tujuan dilaksanakannya kegiatan sosialisasi ini adalah untuk menyamakan persepsi apa yang dimaksud dengan Reformasi Birokrasi”, ungkapnya. Dalam penilaian ini ada 100 orang yang dipilih sebagai responden, dan dari Pusdiklat ada 3 yang ditunjuk untuk menjadi agen perubahan. Definisi Agen perubahan dalam Permenpanrb No. 27 Thn 2014 tentang Pedoman Pembangunan Agen Perubahan di Instansi Pemerintah, dinyatakan bahwa Agen Perubahan adalah individu/kelompok terpilih yang dijadikan contoh dan panutan baik dalam integritas maupun kinerjanya yang tinggi. Agen Perubahan RB berperan sebagai role model.

Bertindak sebagai Narasumber, Kepala Subbagian Kepegawaian dan Persuratan Pusdiklat Kemenristekdikti, Charfikarani menyampaikan Reformasi Birokrasi merupakan salah satu langkah awal untuk melakukan penataan terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan yang baik efektif dan efisien sehingga dapat melayani masyarakat secara cepat tepat dan profesional. “Ada 8 area perubahan reformasi birokrasi yaitu Organisasi, Tata Laksana, Peraturan Perundang-undangan, Sumber daya manusia aparatur, Pengawasan, Akuntabilitas, Pelayanan Publik, dan Mental Aparatur”, pungkasnya. Charfikarani menyebutkan setiap area perubahan sudah ada koordinatornya, dan Pusdiklat, Puspiptek, dan Pusdatin merupakan unit kerja yang mewakili Sekretariat Jenderal yang berfokus pada sektor Pelayanan Publik.

Pada area pelayanan publik, target yang akan dicapai adalah meningkatnya kualitas pelayanan publik (lebih cepat, lebih baik, lebih murah), meningkatnya jumlah unit pelayanan yang menerapkan standar pelayanan publik; meningkatnya indeks kepuasan masyarakat terhadap penyelenggaraan pelayanan publik, dan meningkatnya profesionalisme aparatur. Charfikarani yang juga Koordinator Reformasi Birokrasi Pusdiklat Kemenristekdikti menyampaikan ada beberapa program unggulan dari Pusdiklat yang akan ditunjukkan dalam penilaian tersebut diantaranya Sistem Data Alumni Pusdiklat (SIDAP), Tracking Document (Trado), E-learning dan Website, serta Penilaian SKP secara elektronik.

Dalam Rakernas Ristekdikti Tahun 2019, Menristekdikti telah memberikan arahan salah satunya adalah memastikan pencapaian target Reformasi Birokrasi di Tahun 2019 adalah diangka 85.

MAS