BENCHMARKING TO BEST PRACTICE PESERTA DIKLATPIM TK.III ANGKATAN I TAHUN 2019 PUSDIKLAT KEMENRISTEKDIKTI DI PT.PAL INDONESIA

Surabaya, 10 September 2019 – Benchmarking to Best Practice adalah salah satu mata diklat dalam Diklat Kepemimpinan yang bertujuan membekali peserta dengan kemampuan untuk melakukan perubahan di tempat kerja masing-masing melalui kreativitas inovasi maupun dengan cara mengadopsi dan mengadaptasi keunggulan suatu organisasi dalam pelayanan public. Salah satu Locus Benchmarking to Best Practice untuk peserta Diklatpim Tk.III Angkatan I Tahun 2019 adalah PT. PAL Indonesia.  PT.PAL Indonesia sebagai salah satu BUMN yang bergerak dalam bidang industri perkapalan yaitu memproduksi alat utama sistem pertahanan Indonesia khususnya untuk matra laut, keberadaannya tentu memiliki peran penting dan strategis dalam mendukung pengembangan industri kelautan nasional. Kegiatan bisnis utama PT. PAL Indonesia yang berlokasi di Ujung Surabaya adalah memproduksi kapal perang dan kapal niaga, memberikan jasa perbaikan dan pemeliharaan kapal, dan rekayasa umum dengan spesifikasi tertentu.

Foto 1. Peserta Dilatpim Tk.III Angkatan I Tahun 2019 bersama Kepala Pusdiklat dan Dewan Direksi PT. PAL Indonesia

Kegiatan Benchmarking to Best Practice Diklatpim Tk.III Angkatan I Tahun 2019 di PT.PAL Indonesia disambut baik oleh Dewan Direksi dan jajarannya. Bertempat diruang meeting PT.PAL Indonesia, rombongan peserta Diklatpim Tk.III Angkatan I tahun 2019 yang dipimpin oleh Kepala Pudiklat Kemenristekdikti, Wisnu S.Soenarso disambut oleh Etty Soewardani  selaku Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum. Dalam sambutannya Etty Soewardani menyampaikan tentang implementasi perubahan nilai dan budaya perusahaan. Etty menjelaskan upaya-upaya serta perubahan yang dilakukan hingga PT.PAL Indonesia bisa seperti sekarang ini. Sebagaimana yang diajarkan oleh BJ Habibie yaitu “Berakhir di awal, dan berawal di akhir” yang berarti kemajuan bisa diraih dari akhir sembari menuju ke awal sehingga ada lompatan-lompatan kemajuan, meraih percepatan dan pada akhirnya mampu mengejar ketertinggalan dengan negara-negara maju lainnya, berangkat dari prinsip tersebut PT.PAL belajar dari awal mulai dari didatangkannya kapal dari Jerman, kemudian dipelajari bersama-sama sampai akhirnya bisa membangun kapal sendiri, hingga akhirnya PT.PAL bisa mendesain sendiri dan kemudian mengirimkan desain tersebut ke beberapa negara, terakhir negara yang kapal perangnya menggunakan desain anak bangsa yaitu di Filipina. PT. PAL juga bekerjasama dengan Damen Naval Shipbuilding (Belanda) untuk membangun kapal Perusak Kawal Rudal.

PT.PAL Indonesia berupaya merubah mindset bahwa Indonesia bukan negara konsumtif tetapi bisa menghasilkan karya-karya yang bisa dibangun sendiri di Indonesia perubahan-perubahan di PT.PAL Indonesia dimulai dari perubahan visi misi sesuai dengan bisnis yang dijalankan, kemudian visi misi tersebut diintenalisasi dan mengubah mindset yang dulunya bekerja dengan force dalam artian bekerja dengan instruksi, sekarang bekerja dengan power, dengan energi sendiri PT.PAL Indonesia berkreasi, menyajikan dan melayani serta memberikan karya-karya yang terbaik untuk negara maupun customer. Di akhir sambutannya Etty Soewardani menyampaikan terima kasih kepada Pusdiklat Kemenristekdikti karena telah memilih PT.PAL Indonesia sebagai Locus kunjungan Benchmarking Diklatpim Tk.III Angkatan I tahun 2019.

Foto 2. Sambutan Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum PT.PAL Indonesia

Foto 3. Penyerahan Cenderamata

PT.PAL Indonesia memaparkan Inovasi dalam pengelolaan tugas dan fungsi organisasi. Dalam paparan tersebut dikemukakan juga tentang nilai-nilai budaya di PT.PAL Indonesia yaitu Sinergy, Heartcentered, Inovative, dan Performance (SHIP). Sinergy yaitu menciptakan dan meningkatkan kerjasama mengedepankan kepercayaan dan memberi nilai tambah. Heartcentered yaitu menjunjung tinggi kejujuran dan berintegritas untuk kepentingan perusahaan. Inovative yaitu perubahan berkesinambungan untuk menghasilkan produk terbaik. Performance yaitu mengedepankan pencapaian dan peningkatan kinerja yang berkualitas tinggi.

Foto 4. Paparan PT.PAL Indonesia

Setelah paparan dari PT. PAL Indonesia, beberapa pertanyaan yang diajukan peserta saat sesi diskusi adalah terkait pengembangan SDM. Beberapa hal yang menjadi pembahasan saat diskusi adalah strategi menghadapi resistensi. PT.PAL menyikapi resistensi dengan memilih influencer (agen of change) yang diseleksi kemudian dikumpulkan untuk dapat menjadi pengaruh bagi mereka yang tidak mau menerima perubahan. Selain itu, mereka mengadakan program-program yang disesuaikan dengan perkembangan jaman. Program-program tersebut dilombakan dimasing-masing Divisi dijadikan improvement dimasing-masing unit. PT.PAL Indonesia juga menerapkan Sistem Pengawasan Internal secara formal, dan Sistem Pengawasan Internal non-formal yang melekat pada karyawan dan pimpinan masing-masing, yang apabila karyawan melakukan kesalahan maka atasannya juga menerima punishment, sementara apabila karyawan mendapatlan reward maka atasannya juga mendapatkan reward.

Foto 5. Foto bersama di depan Kapal Selam

Foto 6. Foto bersama di depan Gedung Anno, Gedung pertama PT.PAL Indonesia yang dibangun sejak 1892

Foto 7. Visitasi di galangan Kapal Niaga, tempat pembuatan Kapal Rumah Sakit

Di sesi terakhir Peserta Benchmarking melakukan visitasi ke Gedung pembuatan Kapal Selam, Gedung PT.PAL pertama kali dibangun sejak 1892 dan sekarang dijadikan cagar budaya, dan terakhir ke Galangan Kapal Niaga, tempat pembuatan kapal bantu Rumah Sakit.

SSS