PUSDIKLAT KEMENRISTEKDIKTI LAUNCHING PROGRAM PELATIHAN DOSEN PROFESIONAL

Denpasar – Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Pusdiklat Kemenristekdikti) me-launching Program Pelatihan Dosen Profesional yang diselenggarakan di Grand Inna Kuta Hotels pada Senin (26/8/2019). Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Bidang Program dan Kerja Sama Pusdiklat Kemenristekdikti, Dr. Ir. Lanjar, M.Si dihadapan 126 peserta yang berasal dari LLDikti Wilayah VIII dan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Lingkungan Kemenristekdikti.

Program pelatihan dosen profesional merupakan program pelatihan yang membekali peserta diklat dengan kemampuan untuk menjadi dosen yang profesional dalam menjalankan tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pelatihan dosen profesional sesuai dengan kompetensinya dilakukan dengan jenjang pelatihan dosen profesional pratama, madya, dan utama.

Dalam sambutannya, Lanjar menyampaikan bahwa program pelatihan dosen profesional adalah salah satu jawaban atas permintaan banyaknya Perguruan Tinggi yang memerlukan dosen-dosen muda yang profesional. Kemudian program pelatihan ini dikemas dengan konsep blended learning, sehingga bisa lebih efisien peserta tidak harus datang ke Jakarta. “Program pelatihan ini juga mengingatkan pentingnya Pakerthi AA yang hampir dilupakan”, ungkapnya. Program pelatihan dosen profesional terselenggara juga atas dukungan kerjasama dengan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemenristekdikti melalui layanan Sistem Pembelajaran Daring (SPADA) Indonesia.

Tujuan Program pelatihan dosen profesional adalah mewujudkan para dosen yang mampu merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi program pembelajaran; mampu melakukan penelitian dan publikasi karya ilmiah; dan melakukan pengabdian yang inovatif bagi masyarakat.

Untuk pelatihan dosen profesional pratama, dibagi menjadi 3 (tiga) bidang yakni bidang pembelajaran, bidang penelitian, dan bidang inovasi untuk masyarakat. Pertama, bidang pembelajaran mempersiapkan peserta pelatihan menjadi dosen profesional dalam melaksanakan pembelajaran. Dosen diharapkan mampu merancang program pembelajaran, melaksanakan program pembelajaran, dan menilai hasil belajar. Kedua, bidang penelitian mempersiapkan peserta pelatihan untuk meningkatkan kompetensi sebagai peneliti yang meliputi pemahaman tentang kecenderungan isu dan kebijakan penelitian, rancangan penelitian, etika publikasi, merancang karya ilmiah, dan publikasi karya ilmiah. Ketiga, bidang inovasi untuk masyarakat dibagi menjadi 5 (lima) sesi yakni lingkup sasaran kegiatan inovasi untuk masyarakat, layanan kepada masyarakat, penerapan IPTEKS, peningkatan kapasitas masyarakat, dan pemberdayaan masyarakat.

Sementara itu, Ahmad Affandi salah seorang peserta dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember menyambut baik adanya program pelatihan dosen profesional ini. “saya kira ini bagus, karena selama ini yang diperhatikan para birokrat, struktural, jika distruktural ada Diklatpim kalau untuk jenjangnya, kalau untuk dosen selama ini tidak ada, hanya dulu AA dan Pakerthi”, ungkapnya. Jadi ada sertified kompetensi tertentu yang harus dilampaui dari Asisten Ahli, Lektor, dan Lektor Kepala. “Dosen ini bertanggung jawab sebagai pengembang SDM di perguruan tinggi, tetapi selama ini kita kritisi, kita ini mengembangkan SDM tetapi sebagai pengembang SDM kemampuannya SDM-nya sendiri tidak di upgrade”, imbuhnya. Affandi memandang selama ini kurang jelas supportingnya seperti apa sehingga Perguruan Tinggi mencari pengembang SDM-nya sendiri-sendiri dan tidak ada standar. “Nah jika program pelatihan ini jelas ada standar kompetensi yang sama toh nanti juga ada standarisasi nasional, semua dosen punya probabilitas kemampuan yang sama, jadi bisa sama-sama berkembang”, lanjutnya.

Di era Revolusi Industri 4.0 dari sisi penggunaan TIK di perguruan tinggi, harapannya menambah awearness terutama di pemanfaatan online platform. “selama ini kita mengembangkan SPADA juga responnya kecil. Nah jika dimulai dari dosennya barangkali awearnessnya jadi tinggi”, pungkasnya.

Dalam kegiatan ini juga dihadiri beberapa narasumber yang juga merupakan Tim Pengembang Program Pelatihan Dosen Profesional yakni, Trini Prastati (Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Terbuka), Adi Suryanto (Kepala Unit Program Belajar Jarak Jauh Universitas Terbuka, Purwokerto), dan Laura FN Sudarmoto (Unika Atmajaya).

MAS

DOKUMENTASI KEGIATAN