PELEPASAN PELATIHAN KEPEMIMPINAN NASIONAL TINGKAT II ANGKATAN VI DI PUSDIKLAT PEGAWAI KEMENDIKBUD

Sawangan, 02 Agustus 2019 – Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Pusdiklat Kemendikbud) didampingi Lembaga Administrasi Negara (LAN) telah menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tk. II  dan secara resmi ditutup pada hari ini (02/08). Sebelumnya Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Pusdiklat Kemenristekdikti)  bekerja sama dengan Pusdiklat Kemendikbud untuk mengikutkan sejumlah 11 orang berasal dari Kemenristekdikti pada Pelatihan Kepemimpinan Nasional tingkat II kali ini. Adapun peserta yang ikut meliputi:

  1. Afdalisma, SH., M.Pd (Kepala Sumber Daya Manusia Universitas Negeri Padang);
  2. Mawardi (Kepala Biro Perencanaan dan Hubungan Masyarakat Universitas Riau);
  3. Imam Aripin, SE (Kepala Biro Umum Perencanaan dan Keuangan Universitas Borneo Tarakan);
  4. Ida Ketut Priadnyana, M.A (Kepala Biro Akademik Kemahasiswaan dan Perencanaan Universitas Terbuka);
  5. M. Samsuri (Sekretaris Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Jakarta);
  6. Widyatmoko, S.H., MM (Kepala Biro Akademik dan Administrasi Kerjasama Universitas Sebelas Maret);
  7. Among Wiwoho, SE., MM (Kepala Biro Umum dan Keuangan Universitas Tidar);
  8. Zumriaty Husain Muhamad, S.Pd., M.Pd (Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Perencanaan Universitas Negeri Gorontalo);
  9. Ec. Murtriyono, M.Si (Kepala Biro Umum Institut Teknologi Sepuluh Nopember); dan
  10. Agus Gunaryo (Kepala Biro Administrasi Pembelajaran dan Kesejahteraan Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember); dan
  11. Jimmy J. Benu, M.Si (Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan, dan SIstem Informasi Unniversitas Nusa Cendana).

Dalam kegiatan ini dihadiri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Muhajir Effendy, M.A.P, Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Didik Suhardi, Ph.D.,  Kepala Lembaga Administrasi Negara Dr. Adi Suyanto, M.Si, Kepala Pusdiklat Kemenristekdikti Ir. Wisnu S. Soenarso, M.Eng., Kepala Pusdiklat kemendikbud Dra. Garti Sri Utami, M.Ed, Staf Ahli Bidang Politik dan Hukum  Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tin Zuraida, S.H., M.Kn., dan Pejabat Eselon II, Eselon III dan Eselon IV di Lingkungan Kemendikbud, LAN, BATAN, Badan Siber dan Sandi Negara, serta fasilitator.

Ir. Suharti, M.A., Ph.D. selaku ketua angkatan memberikan Executive summary policy Brave dengan judul Peningkatan Kualitas Vokasi Untuk Membangun Indonesia Berdaya Saing. Summary ini merupakan sebuah kontribusi kecil para peserta untuk mendukung arahan dari kebijakan Presiden yang membawa tema “Sumber Daya Manusia” untuk periode 5 tahun kedepan, yang salah satunya dilakukan melalui Pendidikan Vokasi. Terdapat 6 (enam) rekomendasi kebijakan yang diusulkan yaitu meliputi :

  1. Penyelarasan operasi obyek antara pemapanan dengan Keahlian;
  2. Memberi Mandat kepada Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK)
  3. Mengundang para pelaku industri untuk menjadi instruktur di Lembaga Pendidikan kejuruan / Vokasi;
  4. Pendidikan dan Pelatihan Vokasi membutuhkan berbagai macam persediaan fasilitas ( seperti bengkel kerja, Teaching Factory);
  5. Penguatan pendidikan kewirausahaan guna membekali siswa dalam kegiatan berniaga;
  6. Penguatan tata kelola pendidikan Vokasi;

Pada laporan Pelaksanaan PKN tingkat II angkatan VI, Didik Suhardi menyampaikan bahwa dari 60 peserta yang mengikuti pelatihan sebanyak 58 peserta dinyatakan lulus, 1 peserta ditunda  kelulusannya karena sedang melaksanakan ibadah Haji, dan 1 peserta belum karena perlu perbaikan dalam Rencana Perubahan yang dibuat. Sebelumnya Peserta PKN Tingkat II Angkatan VI telah melaksanakan pelatihan sejak tanggal 8 April sampai dengan 2 Agustus 2019. Selama 17 minggu peserta mengikuti pelatihan dalam bentuk pelatihan klasikal (giat kampus), nonklasikal (e-learning atau di instansi tertentu), dan rehat kampus (di instansi peserta). Selain itu peserta pelatihan tidak hanya melakukan pembelajaran di kampus, tetapi juga di instansi masing-masing peserta dalam rangka Membangun Komitmen Bersama dan Laboratotium Kepemimpinan.

Selanjutnya Menurut Kepala LAN Adi Suryanto berujar bahwa sekarang ini tidak lagi belajar mengenai teori-teori konsep tapi justru mengarahkan bagaimana agar peserta bisa menunjukkan dirinya bahwa mereka pemimpin pemerintahan di sektor publik  dan sebagai agen perubahan yang mampu melakukan Inovasi di lingkungan pekerjaan masing-masing. Hal ini karena peserta sendiri sudah memiliki jam terbang yang tinggi dalam mengelola sebuah organisasi.

Acara  tersebut secara resmi dilepas oleh Menteri Kemendikbud Muhajir Efendi. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan kepada 5 (lima)  peserta peraih nilai terbaik.

  

IL