KEMERIAHAN MALAM APRESIASI PERINGATAN HAKTEKNAS KE-24 TAHUN 2019

Denpasar(27/08), berlokasi di Gedung Citta Kelangen, Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, Menteri  Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir memberikan  Penghargaan Perguruan Tinggi yang menerapkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), dan penghargaan Anugerah iptek dan inovasi berdasar delapan kategori kepada Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, Perguruan Tinggi, Lembaga Pemerintah Non Kementerian, pelaku industri (BUMN dan swasta), masyarakat umum, lembaga non-pemerintah dan kelompok masyarakat karena telah berkontribusi nyata dalam kemajuan Iptek dan Inovasi di Indonesia.

Diawal acara, Direktur Jenderal Penguatan inovasi Jumain Ape memberikan pengarahan meliputi 12 kategori untuk pemenang dalam anugerah iptek dan inovasi. lalu dilaksanakan penandatanganan nota perjanjian kerjasama antara Ombudsman RI dengan Kemenristekdikti mengenai kerjasama meningkatkan kualitas pelayanan publik didalam kementerian Ristekdikti, serta perjanjian kerja sama antara pusat penelitian dan pengembangan Kepolisian Negara Indonesia dengan Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti tentang penilaian, pengembangan, dan penerapan teknologi dalam mendukung tugas-tugas kepolisian yang akan datang.

Jumain Ape yang juga menjadi ketua pelaksana juga menyampaikan bahwa dengan menguasai ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi maka kedepan akan mejadi bangsa yang maju, mandiri, adil dan makmur.

Menristekdikti dalam sambutannya mengungkapkan terimakasih kepada ISI Denpasar, karena bersedia menjadi tuan rumah dalam acara malam apresiasi perayaan Hakteknas ke-24. lebih lanjut Mohamad Nasir juga mengajak agar kegiatan Hakteknas terus disosialisasikan ke daerah dan ini sudah diinisiasikan sejak tahun 2016, Hakteknas digelar di daerah-daerah.  “Sejak tahun 2016, kami lakukan di luar kota, yakni Surakarta. Ada kenaikan inovasi daerah mulai muncul. Kemudian tahun 2017 di Makasar. Tahun 2018 di Pekanbaru Riau. Kali ini di Bali. Harapan saya bisa terus sosialisasikan ke daerah lain, untuk mendorong inovasi daerah,” ucapnya.

Menteri Nasir juga terus mendorong hadirnya hilirisasi dan komersialisasi hasil riset di dunia usaha. “Riset tidak cukup, Publikasi tidak cukup. Maka bagaimana riset, publikasi yang bisa menghasilkan prototipe, dan Inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya.

Adapun penetapan tiga besar Anugerah Iptek dan Inovasi 2019 dari delapan kategori penghargaan yaitu meliputi:

  • Kategori BUDHI PURA;
  • Kategori BUDHIPRAJA KABUPATEN;
  • Kategori BUDHIPRAJA KOTA;
  • Kategori WIDYAPADHI UNIVERSITAS/INSTITUT;
  • Kategori WIDYAPADHI POLITEKNIK;
  • Kategori PRAYOGA SALA;
  • Kategori ABYUDAYA, dan
  • 9 Finalis Badan Usaha Milik Swasta Kategori LABDHA KRETYA.

Tidak hanya 8 kategori diatas, Menteri Nasir juga memberikan apresiasi kepada enam Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) yang berada dibawah koordinasi Kemenristekdikti, dimana selalu mendorong kontribusi dalam inovasi bangsa sehingga  terdapat perubahan yang sangat signifikan dalam riset dan inovasi pada tahun 2019. hal ini berawal saat Menteri Nasir memimpin kemenristekdikti, hanya ada dibawah 15 startup dalam setahun. Namun pada tahun 2019 ini, startup yang sudah dibangun baik oleh LPNK, Perguruan Tinggi Masyarakat dan Industri sudah tercipta sebanyak 1350 startup selama lima tahun. “Untuk itu malam hari ini kita berikan penghargaan dan apresiasi. Para penerima apresiasi, harapan saya bisa menjadi lebih baik, dan menjadi inspirasi bagi yang lain. Saya ucapkan selamat kepada semua penerima,” ungkap Menristekdikti.

Lebih lanjut diberikan pula Penyerahan Penghargaan Perguruan Tinggi yang menerapkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dalam rangka memotivasi dan mendorong tumbuhnya budaya mutu di perguruan tinggi. Penghargaan ini diberikan secara selektif kepada perguruan tinggi non PTN-BH dan terakreditasi peringkat A/B yang telah mengisi instrumen pemetaan SPMI online tahun 2019.

Acara malam apresiasi ini tidak hanya dihadiri pemenang anugerah Iptek tapi juga dihadiri pula Sekjen Kemenristekdikti Ainun Na’im, Direktur Jenderal Belmawa Ismunandar, Kepala LPNK, hadir juga Menristek Tahun 1998 Rahadi Ramelan, para rektor, pelaku industri dan jajaran pejabat Eselon II di lingkungan Kementerian Ristekdikti, jajaran Pemerintah Provinsi Bali dan juga tamu undangan lainnya.