BUKA KEGIATAN ILMIAH HARTEKNAS KE-24, MENRISTEKDIKTI JALIN NOTA KESEPAHAMAN

Denpasar – Kegiatan ilmiah dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) ke-24 secara Resmi dibuka oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir pada Senin (26/8/2019). Acara ini diselenggarakan di Grand Inna Bali Beach Hotel, Kota Denpasar. Rangkaian agenda ini dihadiri oleh Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Muhammad Fanshurullah Asa, Ketua Panitia Khusus RUU Sisnas Iptek Daryatmo Mardiyanto, Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Jumain Appe, Direktorat Jenderal Kelembagaan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Patdono Suwignjo, Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ismunandar, Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Muhammad Dimyati, Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Pendidikan Tinggi Ali Ghufron Mukti, para eselon dari Kemenristekdikti, Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kota Denpasar, para perwakilan perguruan tinggi, para perwakilan lembaga penelitian serta pengembangan (lemlitbang) seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Menristekdikti menyampaikan “Kita dalam era menuju green economy di mana di lingkungan kita sekarang ada polusi udara yang begitu dahsyat, apalagi di Jakarta. Bagaimana menuju kendaraan listrik ke depan kita bangun,” ungkapnya. Menteri Nasir juga menyampaikan saat ini sudah ada produk prinsipal dari Indonesia yang menjawab tantangan green economy, yaitu motor listrik Gesits yang dihasilkan oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Sambutan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi

“Alhamdulillah dari inovasi anak Indonesia, untuk kendaraan darat kita sudah menghasilkan motor listrik, yang namanya Gesits. Gesits ini diinisiasi oleh para peneliti dari ITS, ITB, dan ini sudah diproduksi PT Wijaya Karya, dimana produksinya sudah mencapai kapasitas lima puluh ribu per tahun,” pungkasnya.

Pada agenda ini, Menristekdikti dan eselon Kemenristekdikti menandatangani empat nota kesepahaman penting dengan Kementerian Pertahanan, Kementerian Hukum dan HAM, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), serta PT Tata Sarana Mandiri dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Penandatanganan nota kesepahaman antara Kemenristekdikti dengan Kementerian Pertahanan

Dari keempat nota kesepahaman tersebut, nota kesepahaman antara Kemenristekdikti dengan Kementerian Pertahanan berfokus pada kerja sama pendidikan, riset, penguatan inovasi dan pengabdian masyarakat. Nota kesepahaman dengan BPH Migas berfokus pada sosialisasi bidang hilir minyak dan gas bumi. Nota kesepahaman dengan Kementerian Hukum dan HAM berfokus pada pertukaran data dan pemanfaatan sumber daya di bidang riset, teknologi, pendidikan tinggi, hukum dan hak asasi manusia (HAM), serta nota kesepahaman dengan PT Tata Sarana Mandiri (TSM) dan BPPT berfokus pada kerja sama pusat riset dan pengembangan nasional teknologi maju dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi.

Setelah penandatanganan empat nota kesepahaman ini, Menristekdikti meluncurkan dua program inovatif Kemenristekdikti, yaitu Id-Menulis dan E-Office. Program Indonesia Menulis (Id-Menulis) merupakan salah satu solusi peningkatan kualitas karya ilmiah para dosen dan peneliti di Indonesia. Pada tahun 2018, jumlah publikasi internasional Indonesia untuk pertama kalinya telah mengungguli semua negara-negara di Asean. Capaian kuantitas tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kualitas serta penyebaran yang merata di seluruh wilayah negeri, Id-Menulis merupakan solusi di samping untuk meningkatkan kualitas, juga untuk pemerataan. Sementara itu, pengembangan E-Government merupakan rencana aksi reformasi birokrasi dengan mengimplementasikan pemanfaatan teknologi informasi dalam rangka penguatan area ketatalaksanaan terutama pada pelayanan publik. Saat ini, layanan naskah dinas masih menggunakan cara konvensional mulai dari proses pembuatan konsep surat, penandatanganan pimpinan, dan diseminasi.

Masih dalam kesempatan yang sama  Menristekdikti meluncurkan empat Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM). Keempat LAM tersebut adalah, LAM Sains Alam dan Ilmu Formal (LAM Sama), LAM Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAM EMBA), LAM Kependidikan, serta  Indonesia Accreditation Board for Engineering Education (IABEE). LAM hadir untuk meningkatkan percepatan dan peningkatan kualitas penjaminan mutu di program studi di Indonesia. Dengan kekhususan sistem akreditasi untuk masing-masing rumpun keilmuan, percepatan dan peningkatan kualitas sangat memungkinkan.

Harapannya, setelah diluncurkan keempat LAM ini mampu melanjutkan kinerja mulai dari strukturisasi organisasi, instrumen penilaian akreditasi, teknologi akreditasi, hingga akhirnya mampu memulai akreditasi di program studi di seluruh Indonesia. Selain itu, seiring dengan semakin maraknya pembelajaran dalam jaringan (e-learning) di Perguruan Tinggi di Indonesia, diperlukan penjaminan kualitas dan standarisasi pengelola pembelajaran serta keberlanjutan dalam penyelenggaraan pembelajaran dalam jaringan (e-learning) di Perguruan Tinggi di Indonesia. Dalam upaya menjawab tantangan tersebut dan melaksanakan mandat Permenristekdikti No. 51 Tahun 2018 Pasal 52 Ayat 1, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi mendirikan Institut Pendidikan Siber Indonesia (Indonesia Cyber Education Institute) atau ICE Institute. Lembaga ini merupakan lembaga non struktural di lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi yang mempunyai peran diantaranya: 1) Menjamin kualitas layanan pembelajaran dalam jaringan dan pendidikan jarak jauh; 2) Pengelola sistem pembelajaran dalam jaringan; 3) Menyediakan platform dan galeri pembelajaran dalam jaringan bagi perguruan tinggi.

Penandatanganan prasasti Gedung ICE Institute

Pendirian ICE Institute oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendjdikan Tinggi yang berada di bawah Dirjen Kelembagaan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi melibatkan beberapa perguruan tinggi bereputasi di Indonesia yang sudah menggeluti pendidikan jarak jauh, yaitu Universitas Terbuka (UT), Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Bengkulu (UNIB), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Pradita Institut, Universitas Bina Nusantara (Binus).

Peresmian ICE Institute ini juga disertai dengan penandatanganan prasasti Gedung ICE Institute. Dengan berdirinya ICE Institute, Kementerian dapat menjamin mutu semua pembelajaran daring di Indonesia. Oleh sebab itu, Kemenristekdikti mendukung berdirinya Universitas Siber Asia sebagai perguruan tinggi yang menyelenggarakan pembelajaran daring secara utuh di Indonesia.

Dalam sambutannya Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menyampaikan pandangan Kemenhan terkait Inovasi industri pertahanan dalam rangka bela negara dimana pengembangan industri pertahanan nasional menuju kemandirian merupakan bagian integral dari Grand Desain Strategi Pertahanan Negara. “ada 3 hal pokok yang menjadi prioritas kebijakan Kemenhan yaitu pertama pembangunan dan penguatan arsitektur pertahanan negara didalam menghadapi ancaman negara, kedua adalah pengembangan industri pertahanan nasional menuju kemandirian alutsista TNI, serta menentukan standarisasi kebutuhan alut sista TNI yang disesuaikan antara dinamika ancaman aktual yang dihadapi saat ini dengan kebutuhan alut sista untuk menghadapi ancaman tersebut dengan konsep realistik essensial force”, tandasnya. Untuk mendukung inovasi dalam negeri dalam bidang alat utama sistem persenjataan (alut sista), Kemenhan telah mengalokasikan anggaran 16 triliun Rupiah untuk industri pertahanan nasional, terutama melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Strategis yang mencakup PT Pindad, PT PAL, PT Dirgantara Indonesia.

Sambutan Menteri Pertahanan

Menhan mengajak seluruh warga negara untuk mewujudkan realita optimis, Bangsa Indonesia pada hakekatnya adalah bangsa pejuang yang memiliki kreatifitas dan potensi besar untuk berinovasi dan mengembangkan produk-produk dalam negeri berteknologi canggih. “Mari kita tunjukkan pada dunia bahwa produksi alutsista TNI dalam negeri memiliki kualitas dan performa yang handal, yang prima dalam memperkuat sistem pertahanan negara Indonesia, sehingga dunia akan melihat dengan mata kepala sendiri, kehandalan produk dalam negeri Indonesia yang kemudian akan memilih Indonesia sebagai salah satu produsen alutsista yang memiliki potensi untuk kemudian memesan alutsista tersebut,” ungkap Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu.

MAS

DOKUMENTASI KEGIATAN