FORUM TEMATIK BAKOHUMAS DALAM UPAYA MENINGKATKAN IPTEK DAN INOVASI DALAM INDUSTRI KREATIF DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0

Denpasar, 27 Agustus 2019, Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini membuat masyarakat Indonesia semakin dinamis untuk menciptakan banyak hal. Industry kreatif memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dunia pada era ekonomi modern. Di era revolusi indusri 4.0 salah satu kegitan industri yang justru memiliki peluang tinggi karena pesatnya perkembangan  Iptek adalah industri kreatif sebab industri kreatif berbasis kreativitas , seni, budaya dan inovasi. Pembukaan acara Iptek dan Inovasi dalam Industri Kreatif di Era Revolusi Industri 4.0 oleh Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Jumain Appe ,dihadiri oleh ketua umum Badan Koordinasi Kehumasan Pemerintah Pusat, dalam hal ini diwakili oleh Staf Ahli Bidang Hukum Menkominfo,Hendri Subiakto, Rektor Universitas AMIKOM Yogyakarta, Suyanto, Chief Operation Officer SHINTA VR, Andes Rizky, Anggota Badan Koordinasi Kehumasan Pemerintah (Bakohumas) ,para Pejabat di Lingkungan Kemenristekdikti dan Jurnalis Media Massa.

Pada sesi pertama Hendri Subiakto memberi sambutan tentang Digital Inspiration : Inovasi dan Kreasi di Era Insustri 4.0 , kita sebagai orang humas yg terkait dengan ristekdikti atau perguruan tinggi apa sebenarnya yang harus kita pelajari mengenai perkembangan teknologi, teknologi itu mengubah segalanya dan sekarang kita berubah karena teknologi makanya kenapa inovasi yang dikembangakan oleh pak dirjend dan dengan perguruan – perguruan tinggi itu penting karena dunia ini tidak akan berubah kalau tidak ada inovasi dan dunia sekarang berubah karena inovasi. Tantangan sumber daya manusia di masa depan adalah di masa depan, pekerjaan manusia terancam digantikan mesin dan peranti lunak, sehingga manusia punya banyak waktu untuk berpikir kreatif dan produktif. Ekonomi akan bergerak lebih cepat dan efektif. Manusia dan mesin akan komplementer. Teknologi memaksa dan mendorong manusia untuk lebih tangkas atau menyesuaikan dengan perkembangan yang kian cepat agar tidak tergilas. Problem utamanya adalah mindset, kultur lama, belum  menerapkan data driven decision dan data driven regulation.

Berikutnya dilanjutkan Jumain Appe memberikan sambutan sekaligus secara resmi membuka Forum Tematik Bakohumas yang dilaksanakan di Hotel Grand Palace, Bali.  Dirjen inovasi juga sedikit menyinggung mengenai perkembangan kedepan yaitu perkembangan yang dimotori oleh ICT (information, communication dan Technologies) perkembangan dari generasi satu ke generasi lain , sekarang ini masuk kegenerasi lima, yang membuat satu percepatan yang sangat dahyat dari 10 M –  1 G, sehingga waktu yang diperukan untuk menyampaikan informasi lebih cepat, ini yang perlu kita pelajari bagaimana perkembangan teknologi ke depan. Kita akan dorong kreativitas dalam rangka memperoleh atau mendapatkan inovasi – inovasi baru,  karena inovasi ini bisa membuat satu perubahan.

Pada sesi bincang pertama, Rektor Univeritas Amikom lebih dulu memberikan pemaparan. dalam pembahasanya tentang subsector ekonomi kreatif yaitu fotografi, aplikasi dan pengembangan game dan film animasi dan video. Untuk perguruan tinggi di Indonesia kebanyakan berkerjasama dengan perguruan tinggi lain sedangkan Stanford university yang termasuk perguruan tinggi yang terhebat di dunia bukan bekerjasama dengan perguruan tinggi lain tapi bekerjasama dengan perusahan yang besar di dunia lainnya, seperti perusahaan Apple, Amazon, Netflix justru itu yang harus dilakukan di perguruan tinggi 4.0. dengan membuat proposal silicon valley Innovation centre ini adalah perusahan besar dan kita harus bisa bekerjasama supaya kita dapat uluran dana. Bagaimana supaya Indonesia filmnya bisa masuk pasar dunia atau Hollywood ini kita harus punya lawyer, tallent agency.

Sesi berikutnya Andes Rizky memberikan paparan mengenai Virtual Realty Cloud Platform untuk Edukasi dan Solusi bagi pendidikan Indonesia. Fasilitas sekolah yang bermutu rendah  mengurangi keterikatan antara murid dan sekolah Kualitas pengajar yang rendah mengurangi tingkat pencapaian ajar dan tingkat pencapaian siswa Gen Z lebih memilih belajar menggunakan akses internet. Sekolah sangat membutuhkan media baru yang dapat mengkoneksikan “jiwa” pengajaran sesuai dengan zaman generasi selanjutnya Siswa akan banyak mengakses informasi sembarangan yang disampaikan dengan cara dan metode yang lebih menarik dibandingkan di sekolah. Sekolah dan siswa tentunya akan selalu tertinggal dengan perkembangan dunia dan teknologi terbaru. Murid akan semakin meninggalkan pengajar dalam menggunakan teknologi. Teknologi Virtual Reality menjawab banyak sekali masalah dalam bidang pendidikan seperti meningkatkan tingkat ketertarikan siswa terhadap objek studi abstrak, meningkatkan tingkat penyerapan objek studi, menyamaratakan fasilitas dan media pendidikan, meningkatkan kegiatan kognitif siswa, meningkatkan koneksi antara guru-murid melalui perangkat interaktif.

Pada akhir sesi, para peserta diajak untuk berkeliling di kawasan Ritech expo yang berada di lapangan Puputan, Renon untuk melihat lihat pameran yang tersedia.

 

EY