PRESIDENTIAL LECTURE II 2019: SINERGI UNTUK MELAYANI

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dalam Presidential Lecture II

JAKARTA – Wakil Presiden RI Jusuf Kalla hadir di Istora Senayan, Jakarta untuk memberikan arahan kepada 6.198 CPNS dari berbagai instansi serta perwakilan pemerintah daerah dari seluruh Indonesia. Acara yang berlangsung Rabu, 24 Juli 2019 ini juga dihadiri Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformais Birokrasi (PANRB) Syafruddin, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuldjono, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, dan para kepala lembaga.

Dalam laporannya, Syafruddin menyatakan Presidential Lecture yang kedua kalinya diadakan ini untuk menjembatani sekaligus menginternalisasi visi presiden terkait arah perjalanan birokrasi pemerintah dalam melaksanakan program-program prioritas pembangunan. “Smart ASN akan menjadi digital talent dan digital leader seluruh lini terdepan pelayanan pemerintahan,” ujar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) tersebut. Pelaksanaan rekrutmen CPNS tahun 2018 sebanyak 238.015 formasi untuk 76 Kementerian/Lembaga dan 525 Pemerintah Daerah, dan terisi sebanyak 180.624. Sebanyak 164.783 diisi dari formasi umum, 6.307 formasi cumlaude, 1.808 disabilitas, 604 putra/i Papua dan Papua Barat, 23 diaspora, 287 olahragawan berprestasi internasional, dan 6.812 tenaga honorer K-II, I,” imbuhnya.

Saat ini total PNS berjumlah 4.287.526 orang, dimana sebanyak 39 persen merupakan tenaga administratif, oleh karenanya kondisi tersebut perlu direstrukturisasi agar ASN didominasi jabatan fungsional teknis dan berkeahlian profesional yang lebih optimal mendukung pembangunan baik di pusat maupun daerah.

Lebih jauh, Menteri Syafruddin menjelaskan Indonesia berada di peringkat ke-77 dari 119 negara dalam Global Talent Competitiveness Index. Untuk perbaikan indeks ini, struktur ideal ASN perlu didukung manajemen talenta nasional yang dikembangkan untuk menempatkan talenta terbaik pada jabatan strategis.

Manajemen talenta institusional dari seluruh instansi diintegrasikan untuk membentuk talent pool nasional, untuk kemudian diselaraskan dengan manajemen talenta korporasi. “Sehingga memungkinkan mobilisasi talenta lintas sektor, baik publik maupun privat, yang fokus dan prioritas mengungkit pembangunan pusat maupun daerah,” pungkasnya.

Pada acara inti, Wapres Jusuf Kalla menegaskan Aparatur Sipil Negara (ASN) harus memegang prinsip melayani. Pelayanan cepat harus diberikan untuk masyarakat di era digitalisasi. “Prinsip yang menjadi pegangan Anda semua adalah melayani,”ujar wapres.

Setiap ASN tentunya berbeda dalam memberikan pelayanan, harus sesuai bidangnya masing-masing. Wapres menyontohkan, seorang guru harus melayani muridnya dengan baik. ASN yang bekerja di kantor harus mempercepat adminstrasi dan proses birokrasi di kantor masing-masing. “Jangan berprinsip, kalau bisa diperlambat kenapa dipercepat,” ungkapnya.

Dalam persaingan global, kemajuan teknologi tidak dapat dibantahkan. Wapres mengajak seluruh CPNS untuk menambah pengetahuan dan kemampuan untuk meningkatkan pelayanan dan selalu berinovasi dengan memanfaatkan teknologi. Kemajuan negara sangat ditentukan kemampuan sumber daya manusia (SDM). Kekayaan sumber daya alam (SDA) yang dimiliki Indonesia akan habis jika tidak dikelola dengan baik oleh seluruh elemen msyarakat. “Kombinasi sumber daya manusia dan sumber daya alam adalah kunci kemakmuran bangsa ini,” jelas wapres.

Selain itu, Wapres juga mendorong ASN untuk bersaing sehat. Integritas perlu dipegang untuk seluruh ASN. Tak lupa Wapres menyampaikan pesannya untuk para CPNS yang baru bergabung di pemerintahan agar selalu berinovasi. “ASN harus bekerja keras dan penuh inovasi,” tutupnya.

Selain memberikan arahan, Wapres juga melakukan kolaborasi dengan para CPNS dengan memainkan perkusi secara bersama-sama.

Presidential Lecture II kali ini juga menghadirkan 3 inspiring speaker yakni Former Minister of Personnel Management Republic of Korea Pan Suk Kim, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala  Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang P.S. Brodjonegoro, serta Komisaris Utama PT. Net Mediatama TV Wishnutama.

Sementara itu di lain kesempatan, Kepala Pusdiklat Kemenristekdikti Wisnu S. Soenarso hadir memberikan paparan Diklat dan Pengembangan Kompetensi ASN dihadapan 150 CPNS dilingkungan Kemenristekdikti yang diselenggarakan di The Sultan Hotel & Residence. Masih ada kaitanya dengan Presidential Lecture II, Wisnu S. Soenarso mengajak seluruh CPNS yang hadir untuk menjadi ASN yang melayani serta mampu berkolaborasi.  Berdasarkan Target Kinerja Sasaran Program Kemenristekdikti pada Indikator Tingkat Kesesuaian Kompetensi Pejabat pada Tahun 2019 targetnya adalah 100%. Pengembangan Kompetensi ASN diselenggarakan dalam semangat Reformasi Birokrasi Kemenristekdikti, “ungkapnya.

Wisnu juga memperkenalkan Pelatihan Dasar CPNS sebagai salah satu prasyarat untuk bisa diangkat menjadi PNS, Kompetensi yang harus dibangun dan dikembangkan, Agenda Pelatihan, dan Struktur Kurikulum Pelatihan Dasar. Diakhir sesi, Wisnu memperkenalkan Pusdiklat Kemenristekdikti, termasuk suasana Live Streaming yang dilakukan peserta Latsar CPNS untuk mempelajari materi yang disampaikan dalam Presidential Lecture II Tahun 2019.

MAS

DOKUMENTASI KEGIATAN