“MEMBLUDAK DAN PADAT” PELATIHAN REVIEWER PENELITIAN PERGURUAN TINGGI BERJALAN LANCAR DAN SUKSES

Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kemenristekdikti, Quantum HRM Internasional dan Universitas Terbuka (UT) mengadakan pelatihan reviewer penelitian perguruan tinggi di Universitas Terbuka, Pondok Cabe, Pamulang, Tanggerang Selatan pada tanggal 15-19 Juli 2019. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman tentang paradigma baru anggaran riset berbasis output, pemahaman tentang panduan pendanaan riset kemenristekdikti dan menghasilkan reviewer yang kompeten, jujur dan profesional dalam menilai kelayakan proposal dan luaran penelitian

Antusiasme dosen dalam mengikuti pelatihan ini sangat tinggi, hal ini terlihat dari “membludaknya” peserta pelatihan yang mencapai 152 peserta. Universitas Terbuka merupakan Kampus dengan jumlah peserta terbanyak dengan jumlah 94 peserta.  Peserta lainnya terdiri dari masing-masing 6 orang dari Universitas Negeri Manado, 5 orang dari Universitas Pendidikan Indonesia,  4 orang dari Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Universitas Jambi dan Universitas Lampung. Peserta lainnya berasal dari masing-masing 3 orang dari Universitas Yarsi Jakarta, Universitas Al Azhar dan Universitas Kristen Indonesia Paulus Makasar, 2 orang dari Universitas Negeri Malang, Universitas Widygama Malang, Universitas Pattimura Ambon, Universitas Indraprasta PGRI, Universitas Juanda Bogor, Universitas Hamzanwardi, Universitas Darma Persada, Universitas Atmajaya Yogyakarta dan Politeknik Negeri Lampung. Berikutnya masing-masing 1 orang dari Universitas Negeri Medan, Universtas Swiss German, Universitas Negeri Sebelas Maret, Politeknik Negeri Ujung Pandang Makassar, Insttut Teknologi Bandung, Universitas Muslim Indonesia,  Institut Pertanian Bogor dan IIB Darmajaya Bandar Lampung.

Pelatihan dibuka oleh Kepala Bidang (Kabid) Penyelenggaraan Pusdiklat Kemenristekdikti, Drs. Ruben Silitonga, M.Com dengan didampingi oleh Wakil Rektor I UT, Dr. Mohamad Yunus, S.S, M.A dan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UT, Prof. Dr. Karnedi, M.A. Dalam sambutannya Drs. Ruben Silitonga menekankan pentingnya kesadaran mengenai hakikat peserta pelatihan, para peserta yang sebagian besar bergelar Doktor (S3) harus mampu membuka hati dan pikiran sehingga dapat menyerap semua ilmu yang diberikan saat pelatihan. Harapannya nanti seluruh peserta akan lulus pelatihan dan mendapatkan sertifikat pelatihan sekaligus sertifikat kompetensi yang dapat digunakan untuk mereview proposal penelitian apabila ditugaskan oleh pimpinan perguruan tinggi masing-masing.

Foto 1. Pembukaan Pelatihan Reviewer Perguruan Tinggidi Universitas Terbuka

Setelah prosesi pembukaan dilakukan oleh Kabid Penyelenggaraan Pusdiklat Kemenristekdikti, peserta langsung melaksanakan Pre tes dengan tujuan untuk mengetahui pengetahuan awal peserta tentang pelatihan reviewer yang akan dilakukan Quantum HRM Internasional. Setelah coffe break peserta pada hari pertama pelatihan langsung mendapatkan materi standar nasional penelitian dari Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarkat, Prof. Dr. Ocky Karna Radjasa, M.Sc dan Materi tentang standar biaya keluaran sub output penelitian, standar biaya masukan, penggunaan BOPTN penelitian, dan pertanggungjawaban penelitian oleh Kepala Bidang Keberatan, Banding, dan Pengurangan DJP Banten, M. Junaidi, S.H, M.Si.

Foto 2. Pemaparan Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarkat

Hari kedua sampai hari keempat peserta dibagi menjadi 3 kelas yaitu kelas A, B, dan C. kelas A dan B berada di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC) sementara untuk kelas C berada di gedung serba guna UT. Jadwal untuk hari tersebut juga sangat padat yaitu peserta menerima materi pelatihan dari jam 08.00 sampai dengan 20.30 setiap harinya. Pada hari kedua peserta mendapatkan materi pelatihan dari beberapa pakar yaitu Dr. Ir. Hotniar Singoringo, Msc tentang kriteria penugasan reviewer (hak, kewajiban, dan tanggung jawab), teknik penilaian proposal (administrasi, rekam jejak, substansi, RAB, dan kunjungan lapangan dan visitasi) dan teknik pengusulan proposal, Prof. Drs. Agus Subekti, M.Sc., Ph.D tentang panduan edisi XII (revisi)/ ketentuan umum dan teknik pengusulan, teknik penilaian proposal (administrasi, rekam jejak, substansi, RAB, dan kunjungan lapangan dan visitasi) dan teknik pengusulan proposal, Prof. Dr. Nurul Taufiqu Rochman, M.Eng tentang penilaian prototype hasil penelitian (prototype R&D dan prototype laik industry), Prof. Dr. Ir. Wayan Darmawan, M.Sc.  tentang skema PD, PT, PP (desentralisasi kompetitif nasional). Selain Dr. Hotniar dan Prof. Agus, untuk materi teknik penilaian proposal (administrasi, rekam jejak, substansi, RAB, dan kunjungan lapangan dan visitasi) juga diberikan oleh Dr. Kahar Muzakhar, S.Si.

Foto 3. Pemaparan dari Prof. Agus Subekti, M.Sc

Hari ketiga peserta mendapatkan materi dari pakar yang sama pada hari kedua tetapi dengan materi yang berbeda. Prof. Wayan memberikan materi tentang teknik penilaian luaran penelitian (penelitian dasar, terapan, dan pengembangan), Dr. Hotniar memberikan materi tentang risk assesment (manajemen resiko reviewer penelitian), dan Dr. Kahar Muzakhar, S.Si memberikan materi tentang teknik penilaian pelaksanaan penelitian/monev (pendanaan mono dan multi tahun). Selain mendapatkan materi, peserta juga melakukan praktek mereview oleh Dr. Hotniar, Dr. Kahar, dan Prof. Agus.

Hari keempat peserta masih mendapatkan materi dari Dr. Ir. Hotniar Singoringo, Msc yaitu tentang peta jalan penelitian, state of the art, tahapan penelitian. Selain itu peserta juga mendapatkan materi dari Kepala Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Riset, Dr. Ir. Mustangimah, M.Si tentang etika reviewer (karakter, etika, conflict of interest), Sekretaris Direktorat Jenderal Penguatan riset dan Pengembangan, Ir. Prakoso, MM tentang pedoman pembentukan komite penilaian/ reviewer dan tata cara pelaksanaan penilaian penelitian, Kepala Subdirektorat Fisitasi Jurnal Ilmiah, Dr. Lukman, ST., M. Hum tentang penelusuran penelitian sebelumnya (database, indeks, dan sitasi penelitian) dan Kepala Subdirektorat Valuasi dan Fasilitasi Kekayaan Intelektual, Juldin Bahriansyah, ST., M.Si tentang penelusuran KI (paten, paten sederhana, hak cipta, desain tata letak sirkuit terpadu, perlindungan varietas tanaman). Selain mendapatkan materi tentang materi-materi yang menjadi bekal bagi calon reviewer penelitian perguruan tinggi, juga dijelaskan mengenai penerapan standar SNI ISO/IEC 17024:2012 dalam pengembangan kompetensi penilai/ reviewer penelitian oleh Prof. Dr. Pribadijono, Ir, MS dari Quantum HRM Internasional.

Foto 4. Foto bersama narasumber setelah proses penyampaian materi

Pembicara utama pada hari keempat adalah Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Dr. Muhammad Dimyati. Dalam paparannya Dirjen menjelaskan mengenai kebijakan risbang terdapat 3 poin penting yaitu tentang masalah, peluang, dan tantangan, kebijakan Risbang, dan Evaluasi diri. Dijelaskan mengenai masalah riset di Indonesia antara lain (1) SDM Riset (Doktor dan Peneliti kurang), (2) Manajemen dan Infrastuktur riset belum ada link and match antara Perguruan Tinggi/ Lembaga Penelitian dan Pengembangan dengan industri, (3) kelembagaa Risbang banyak dan tak sinergik, Perguruan Tinggi berkinerja baik, (4) Anggaran riset negara sedikit, tak fokus dan diecer-ecer, (5) produktifitas R&D rendah. Peluangnya adalah (1) potensi optimis kontributor publikasi, (2) era bonus demografi, (3) kesiapan dalam revolusi industri 4.0. Tantangan yang dihadapi adalah (1) pekerjaan hilang karena automasi, (2) faktor produksi utama bukan lagi lahan dan tenaga kerja, (3) intelligent technology smart farming (4) semua inovasi serba ICT Based

Untuk menghadapi masalah, peluang, dan tantangan maka Dirjen Risbang khususnya terkait reviewer harus mampu menggerakan seluruh potensi yang ada secara maksimum dengan cara-cara sebagai berikut. (1) pemberian intensif-disinsentif, (2) permudah tata kelola R&D, dari riset berbasis proses menuju riset berbasis output, (3) afirmasi kepada yang dibidan (evaluasi kinerja riset dan abdimas PT), (4) pengelolaan dan perbaikan skema riset dan abdimas, (5) memperjelas fokus R&D (perpres 38/2018, RIRN 2017-2045, PermenR No 30 dan 46 tahun  2018, (6) mendorong stok riset TRL Tinggi, (7) Mendorong KI (satu produk banyak KI), (8) meningkatkan kapasitas dan standarisasi (9) fasilitasi kerma dan pendanaan, (10) memaksa keluar dari zona nyaman (standar nasional pendidikan tinggi), (11) mendorong hilirisasi hasil R&D, (12) mendorong peneliti untuk masuk sinta dan scopus.

Sedangkan untuk capaian dan evaluasi diri Ditjen Risbang memberikan layanan publik diantaranya (1) perijinan peneliti asing, (2) sistem informasi penelitian (simlitabmas,insinas, PPTI) untuk pada dosen, peneliti, litbang K/L, dan industry), (3) Sinta (science and technology index) (4) Garuda, Arjuna, dan Web Risbang, dan (5) langganan jurnal elektronik. Berdasarkan layanan yang telah dilaksanaan dilakukan survai analisis kepuasan stakeholder terhadap layanan DItjen Risang dengan tingkat kepuasan mencapai lebih dari 70 persen.

Foto 5. Pemaparan Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Dr. Muhammad Dimyati.

Hari kelima atau hari terakhir masih terdapat materi pelatihan yang diterima oleh peserta sebelum mereka melakukan ujian sertifikasi dan post tes. Materi terakhir disampaikan oleh Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Prof. Dr. Ir. Bambang Prasetya, M.Sc tentang standardisasi kegiatan penelitian dan Standar Nasional Indonesia. Setelah seluruh materi pelatihan, peserta melakukan ujian sertifikasi seperti CAT BKN dan juga post tes untuk mengukur pengaruh pelatihan terhadap pemahaman peserta.

Foto 6. Peserta melaksanakan ujian kompetensi

Rangkaian kegiatan pelatihan kemudian ditutup dengan sebelumnya dilakukan review penyelenggaraan pelatihan oleh Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kemenristekdikti, Ir. Wisnu S. Soenarso, M.Eng. Hasil review yang disampaikan oleh Kapusdiklat berdasarkan quisioner terhadap penyelenggaraan pelatihan yang diberikan sehari sebelumnya dengan hasil sebagai berikut. (1) terlampauinya target kepuasan layanan terhadap peserta yaitu target 2019 adalah 87% sedangkan indeks kepuasan peserta mencapai 88.1 % (2) kepuasan tersebut terinci dalam hasil, kepuasan terhadap pemateri 88, 68 %, pelayanan panitia 87,60%, fasilitas 85,08 dan program pelatihan 91,07 %. (3) rekomendasi peningkatan diantaranya adalah lebih diperbanyak penerapan atau praktek, jadwal lebih dilonggarkan dan dimungkinkan untuk ditinjau kembali jumlah mata pelatihannya. Berdasarkan hasil review tersebut Kapusdiklat menjelaskan pentingnya review tersebut terhadap perbaikan pada pelatihan-pelatihan selanjutnya. Kapusdiklat berterima kasih atas saran dan masukan dari peserta serta berharap seluruh peserta lulus dan mendapatkan sertifikat reviewer. Kapusdiklat juga berharap para peserta mau berbagi ilmu kepada sesama dosen di unit kerjanya masing-masing. Pelatihan reviewer penelitian perguruan tinggi ditutup dengan prosesi foto bersama panitia, peserta dengan Kapusdiklat Kemenristekdikti.

Foto 7. Foto bersama acara penutupan pelatihan bersama Kepala Pusdiklat Ir. Wisnu S. Soenarso, M.Eng

-NDS-