KEPALA PUSDIKLAT KEMENRISTEKDIKTI SECARA RESMI MENUTUP LATSAR CPNS KEMENRISTEKDIKTI GOLONGAN III ANGKATAN IV, V, DAN VI DI PUSDIKLAT PEGAWAI KEMENDIKBUD

Kepala Pusdiklat Kemenristekdikti memberikan sambutannya dihadapan Undangan dan 120 Peserta Latsar CPNS

Rabu, 15 Mei 2019 Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Pusdiklat Kemenristekdikti) secara resmi menutup Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan IV, V, dan VI di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Pusdiklat Kemendikbud), Sawangan, Depok. Hadir dalam acara ini Ir. Wisnu S. Soenarso, M.Eng, Kepala Pusdiklat Kemenristekdikti, Ir. Fatmuanis Basuki, M.Si, Kepala Bidang Penyelenggaraan mewakili Kepala Pusdiklat BATAN, Dra. Kokom Komala, M.Pd, Kepala Bidang Diklat Prajabatan dan Struktural mewakili Kepala Pusdiklat Pegawai Kemendikbud, Pejabat Struktural dari Pusdiklat Kemenristekdikti, Pejabat Struktural dan Fungsional dari Lingkungan Kemendikbud, Direktur Politeknik Tanah Laut, Dekan dari Universitas Jenderal Soedirman, Perwakilan UPN Veteran Yogyakarta, dan Universitas Diponegoro.

Dalam Laporannya, Kokom Komala menyampaikan beberapa hal. Pelatihan Dasar CPNS Tahun 2019 ini menggunakan Peraturan Lembaga Administrasi Negara yang terbaru, didalam pelaksanaannya lebih singkat dibandingkan dengan peraturan yang sebelumnya. Latsar kali ini durasinya 511 JP atau setara dengan 21 Hari Klasikal dan 30 Hari Habituasi dimana penilaian peserta latsar dilihat dari empat aspek. Pertama aspek sikap dan perilaku, kedua aspek dari aktualisasi, ketiga aspek akademik, dan Penilaian Kompetensi Teknis dan Bidangnya. Keempatnya bukan merupakan komposit tetapi masing-masing punya passing grade, punya batas lulus yaitu 70,01. “Jadi, misalkan peserta itu bagus di akademiknya, tetapi diaktualisasinya tidak bagus bisa tidak lulus juga”, ungkapnya. Selama mengikuti pelatihan seluruh peserta dalam keadaan sehat walafiat, daya tahan tubuh peserta bagus dan tangguh walaupun pembelajaran dimulainya dari pukul 08.00 sampai dengan malam setiap harinya. Latsar CPNS kali ini diikuti oleh dua instansi dari Kemenristekdikti dan dari BATAN, dari Kemenristekdikti terdiri dari 40 orang dan dari BATAN terdiri dari 80 orang dan didalam pelaksanaanya dicampur. Perlu kami sampaikan juga, pada saat pertama kali kita coba gabung Kemenristedikti dan BATAN itu terjadi resistensi dari beberapa peserta seolah-olah tidak mau digabungkan, namun setelah diberikan penjelasan kemudian dalam proses pembelajaran ditanamkan nilai-nilai dasar itu sehingga berubah mindset-nya, sambungnya.

 Laporan Kepala Bidang Diklat Prajabatan dan StrukturalP usdiklat Pegawai Kemendikbud

Berikutnya berdasarkan hasil rapat dilihat dari 4 komponen penilaian seluruh peserta dinyatakan Lulus, dan hanya ada satu peserta yang memperoleh nilai cukup memuaskan. Untuk angkatan IV ada 2 orang yang masuk kategori Sangat Memuaskan yaitu Khusnul Khotimah, S.St. dari BATAN dengan nilai 90,54. Peringkat kedua di angkatan IV adalah Azizatun Nurhayati, S.P., M.Sc. dari Universitas Gadjah Mada dengan nilai 90,02. Untuk angkatan V ada 4 orang yang memperoleh kategori Sangat Memuaskan. Peringkat pertama adalah Wira Cakrabuana, S.T. dari BATAN dengan perolehan nilai akhir 91,29, Peringkat Kedua Rachman Fauzi, S.T. dari BATAN dengan nilai 90,91, Peringkat Ketiga Heni Rahayu Rahmawati, M.M dari Universitas Mulawarman dengan nilai 90,22, kemudian Peringkat Keempat atas nama Ahmad Marzuki Ramadhan, S.St dari BATAN dengan nilai 90,08. Untuk diangkatan VI seluruh peserta memperoleh kategori Memuaskan dengan perolehan nilai tertinggi atas nama Yolandaru Septiana, S.Pd., M.Pd. dari Universitas Negeri Yogyakarta dengan nilai akhir 88,01. Selanjutnya seluruh peserta tinggal menunggu apa yang selanjutnya yang harus dilakukan untuk menjadi PNS yang berkarakter dan profesional.

Dalam sambutannya, Kepala Pusdiklat Kemenristekdikti Wisnu S.Soenarso menyampaikan testimoni pelaksanaan Latsar CPNS di Provinsi Jawa Tengah dimana peserta dosen dicampur dengan peserta dari Kabupaten/Kota. “Justru itu yang lebih menarik, akan terbentuk jejaring dan itu yang mahal, Jejaring yang luas itu sebetulnya kita mendapat rejeki yang banyak”, ungkapnya. Wisnu mengajak peserta (dosen) memanfaatkan kesempatan baik ini bersama peserta dari  BATAN bisa saling kenal dan suatu saat bisa join research atau konsorsium research bibitnya bisa terbangun dari pelatihan dasar ini. jika WoG-nya sudah mantap maka setelah itu semakin baik juga kerjasamanya. Jangan sampai setelah pelatihan ini left group, silaturahminya tetap dijaga utamanya untuk membangun jejaring penelitian. Wisnu menekankan untuk memproses menjadi PNS masih ada cek kesehatan, segera ditindaklanjuti dan dipersiapkan dengan baik. “Kesehatan itu penting, karena harapan keluarga ada dipundak saudara, kapan 100% menjadi PNS”, imbuhnya. Setelah kegiatan ini, diharapkan peserta segera menghadap kepimpinannya dan menyampaikan bahwa saya siap menjadi pemimpin perubahan. Ini penting, peserta harus punya sikap sebagai agen perubahan, bisa merubah warna tempat kerja dengan menerapkan nilai-nilai ANEKA dan mengawal cita-cita reformasi birokrasi. Kepala Pusdiklat juga menyampaikan apresiasinya kepada Widyaiswara yang sudah mengasuh peserta latsar dengan baik, begitu pula dengan Pusdiklat Kemendikbud harapannya kerjasamanya akan terus ditingkatkan.

Setelah acara ditutup, kegiatan dilanjutkan dengan pelepasan tanda pengenal peserta dan pemberian piagam penghargaan kepada peserta yang berprestasi oleh Kepala Pusdiklat Kemenristekdikti didampingi oleh Perwakilan BATAN, UPN Veteran Yogyakarta, Universitas Jenderal Sudirman, Politeknik Negeri Tanah Laut, serta Universitas Diponegoro.

 

 Pemberian piagam penghargaan kepada peserta yang berprestasi oleh Kepala Pusdiklat Kemenristekdikti

 Kesan pelaksanaan Latsar CPNS oleh seorang peserta

Azizatun Nurhayati, S.P., M.Sc., Dosen dari Universitas Gadjah Mada yang merupakan salah satu peserta berprestasi dalam kegiatan latsar ini mengungkapkan kegiatan latsar ini sangat bermanfaat. “Melalui kegiatan latsar ini kami mendapatkan ilmu-ilmu yang mungkin kita sudah mengetahui sebelumnya tetapi ini sarana untuk mengingatkan kembali kepada diri kami untuk mengimplementasikan nilai-nilai yang sudah diajarkan selama ini”, pungkasnya.

 

 Dra. Kokom Komala, M.Pd, Kepala Bidang Diklat Prajabatan dan Struktural Pusdiklat Pegawai Kemendikbud

Seusai acara, Kokom Komala mengungkapkan Peserta Latsar CPNS ini merupakan generasi zaman now secara kualitas terutama dalam hal penguasaan teknologi sangat baik, karena proses pembelajaran kita juga menggunakan internet, mereka cepat menguasai materi dan teknologi. “Dari sisi kualitas sangat sesuai dengan harapan kita untuk membentuk CPNS yang berkarakter dan profesional dan ini merupakan aset yang harus kita bina dan kembangkan”, imbuhnya. MAS

GALERI FOTO :