BUKA PUASA BERSAMA KELUARGA BESAR KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI

Suasana Tausiyah Acara Buka Puasa Bersama Keluarga Besar Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi

Jakarta – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi menyelenggarakan Acara Buka Puasa Bersama di Auditorium Kemenristekdikti, Gedung D Lantai 2, Senayan Jakarta, Selasa, 21 Mei 2019. Hadir dalam kegiatan ini Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir, Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti Ainun Na’im, Pejabat Struktural, Pejabat Fungsional, serta Pegawai di Lingkungan Kemenristekdikti. Acara buka puasa tersebut diisi dengan tausiyah dari KH Said Aqil Siradj dan KH Abdul Manan Gani.

Dalam sambutannya, Mohamad Nasir mengucapkan terima kasih atas kehadiran seluruh undangan dimana hari ini sudah masuk puasa yang ke 16 hari, semoga amal baik kita diterima oleh Allah. Mohamad Nasir menekankan hal yang menjadi sangat penting diperhatikan dalam menjelang berbuka puasa ini adalah menyeimbangkan kehidupan kita baik kehidupan di dunia maupun di akhirat terkait amalan-amalan kita. Dalam urusan dunia kita coba kerja sebaik-baiknya. “Dalam bulan Ramadhan ini, pada surat Al-Baqarah ayat 183 sangat jelas sekali mengatakan pada kita puasa itu diperuntukkan bagi kita orang-orang yang beriman. Kalau orang tidak beriman tidak diperintahkan. Dengan tujuan agar orang bertaqwa. Ayat ini mengingatkan kita bagaimana mengisi bulan Ramadan dengan amalan ibadah. Tapi tetap kita bekerja,” ungkapnya. Mohamad Nasir mengajak seluruh stake holder Kemenristekdikti untuk menghilangkan sikap menunda-nunda pekerjaan. Namun di bulan suci Ramadhan ini selain tetap bekerja, juga hendaknya diisi dengan kajian-kajian agama.

Sambutan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi

Sedangkan KH Said Aqil Siradj dalam ceramahnya memberikan beberapa poin penting, yakni mengajak umat muslim untuk meluangkan waktu untuk membaca Al Qur’an. “Dengan membaca Al Qur’an walapun sedikit itu akan membuat kita tenang” ungkapnya. Said juga menghimbau agar seseorang untuk tidak ambisius, atau menahan ambisi serta menahan hawa nafsu. Nilai selanjutnya yang disampaikan adalah seseorang hendaknya tidak sekadar mengejar ilmu, tetapi juga mengedepankan akhlak yang baik. Di akhir ceramahnya, Said mengajak umat bisa mencapai hikmah dan bersikap bijaksana.

KH Said Aqil Siradj

KH Abdul Manan Gani

Di lain kesempatan, KH Abdul Manan Gani menyampaikan di Bulan Ramadhan ini senantiasa melakukan amal kebaikan, karena seluruh amal kebaikan itu berfungsi untuk menghapus dosa-dosa. Dimana pada 10 hari pertama di bulan ramadhan Allah menurunkan rahmat, dan 10 hari kedua ampunan. Hal ini menjadi bekal untuk memasuki surga. Sehingga pada 10 hari terakhir Allah memberikan jaminan orang yang berpuasa terhindar dari api neraka. “Mari kita melakukan perintah-perintahnya dan menjauhi larangannya”, imbuhnya.  Selanjutnya disampaikan bahwa Eksistensi sebuah Bangsa terletak pada ketaqwaannya, sehingga marilah kita menjadi orang yang taqwa. Di dalam kemuliaan Ramadhan, ketika pintu taubat dibuka, mari kita sering-sering beristighfar kepada Allah, melakukan kebaikan-kebaikan agar Tuhan mengampuni dosa kita, ungkapnya. Kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama pegawai di Lingkungan Kemenristekdikti seraya mempererat tali silaturahmi.

MAS