PEMBUKAAN PELATIHAN KEPEMIMPINAN NASIONAL TINGKAT II ANGKATAN VI DAN DIKLATPIM TINGKAT III ANGKATAN II TAHUN 2019

Depok, 8 April 2019 – Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Pusdiklat Kemenristekdikti) bekerjasama dengan Pusdiklat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat Nasional (PKN) Tingkat (Tk) II Angkatan VI dan Diklatpim Tk. III Angkatan II Tahun 2019. Pembukaan pelatihan ini bersamaan dengan Pelatihan Perencanaan Pendidikan dan Pengembangan Diri. Dalam kegiatan ini hadir mewakili Mendikbud Prof. Dr. Muchlis Rantoni Luddin, M.A. selaku Inspektur Jenderal Kemendikbud, Kepala Lembaga Administrasi Negara Dr. Adi Suyanto, M.Si, Kepala Pusdiklat Kemenristekdikti Ir. Wisnu S. Soenarso, M.Eng., Kepala Pusdiklat kemendikbud Dra. Garti Sri Utami, M.Ed, dan Pejabat Eselon II, Eselon III dan Eselon IV di Lingkungan LAN, BATAN, Badan Siber dan Sandi Negara, Kemendikbud, serta fasilitator. Kegiatan pembukaan ini diawali dengan pementasan Tari Giring-Giring oleh 5 Orang Siswi dari SMAN 10 Depok. Setelahnya, seluruh peserta secara khidmat menyanyikan Lagu Indonesia Raya sebanyak 3 stanza. Kegiatan utama dalam pembukaan ini diisi dengan Pembacaan naskah Nota Kesepahaman LAN dengan Kemendikbud, Penandatangan Nota Kesepahaman oleh Kepala LAN RI dengan Mendikbud yang dalam hal ini diwakili oleh Itjen Kemdikbud, Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Kapusdiklat Kemenristekdikti dengan Kapusdiklatpeg Kemdikbud, Kapusdiklat BATAN dengan Kapusdiklatpeg Kemdikbud, serta Kapusdiklat Badan Siber dan Sandi Negara dengan Kapusdiklatpeg Kemdikbud.

Dalam laporannya, Garti Sri Utami menyampaikan bahwa jumlah keseluruhan peserta pelatihan adalah 230 orang dengan rincian PKN Tk. II 60 orang, Diklatpim Tk. III 40 orang, Pelatihan Teknis Perencanaan Pendidikan Tk. Dasar 60 orang, dan Pelatihan Teknis Pengembangan Diri Pegawai 70 orang. Namun saat kegiatan peserta yang hadir berjumlah 205 orang. Khusus untuk Peserta PKN Tk. II, ada 10 orang berasal dari Kemenristekdikti yakni: Afdalisma, SH., M.Pd (Kepala Sumber Daya Manusia Universitas Negeri Padang), Drs. Mawardi (Kepala Biro Perencanaan dan Hubungan Masyarakat Universitas Riau), Imam Aripin, SE (Kepala Biro Umum Perencanaan dan Keuangan Universitas Borneo Tarakan), Ir. Ida Ketut Priadnyana, M.A (Kepala Biro Akademik Kemahasiswaan dan Perencanaan Universitas Terbuka), Dr. M. Samsuri (Sekretaris Lembaga Lapayanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Jakarta), Widyatmoko, S.H., MM (Kepala Biro Akademik dan Administrasi Kerjasama Universitas Sebelas Maret), Among Wiwoho, SE., MM (Kepala Biro Umum dan Keuangan Universitas Tidar), Zumriaty Husain Muhamad, S.Pd., M.Pd (Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Perencanaan Universitas Negeri Gorontalo), Drs. Ec. Murtriyono, M.Si (Kepala Biro Umum Institut Teknologi Sepuluh Nopember), Drs. Jimmy J. Benu, M.Si (Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan, dan SIstem Informasi Unniversitas Nusa Cendana). Sedangkan untuk peserta Diklatpim III berasal dari BATAN, BSSN, Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan, dan beberapa Universitas, Institut, serta Politeknik Negeri.

Penyelenggaraan PKN Tk. II bertujuan mengembangkan kompetensi kepemimpinan strategis pada Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama sedangkan penyelenggaraan Diklatpim Tk. III bertujuan mengembangkan kompetensi kepemimpinan taktikal pada pejabat struktural eselon III dimana peserta akan berperan dan melaksanakan tugas serta fungsi kepemerintahan di instansinya masing-masing. PKN Tk. II Angkatan VI akan dilaksanakan mulai tanggal 8 April 2019 sampai dengan 2 Agustus 2019, Diklatpim Tk. III Angkatan II dilaksanakan mulai tanggal 8 April 2019 sampai dengan 31 Juli 2019, dan kedua pelatihan dilaksanakan dalam bentuk pelatihan klasikal (giat kampus), dan rehat kampus (di instansi peserta). Khusus PKN Tk. II Angkatan VI pelatihan juga dilakukan dengan metode non klasikal (e-learning atau di instansi tertentu).

Dalam sambutanya mewakili Mendikbud, Muchlis Rantoni Luddin menyampaikan PKN Tk. II Angkatan VI merupakan penyelenggaraan perdana sehingga diharapkan fasilitasi pendampingan oleh tim LAN sebagai ajang transfer pengetahuan dan keterampilan mengelola dengan baik pelatihan diklat PKN Tingkat II ini sehingga pada saatnya tim Pusdiklat Pegawai Kemendikbud akan mampu menyelenggarakan kegiatan-kegiatan sejenis secara mandiri. Mengawali kerjasama antara Kemendikbud dengan LAN sebagai akuntabilitas tata kelola penyelenggaran PKN Tk. II Kemendikbud telah melakukan koordinasi secara intensif dengan LAN untuk melakukan penandatangan kesepakatan kesepahaman tidak terbatas pada pelatihan kepemimpinan tetapi juga dalam konteks yang lebih luas seperti hal-hal yang berkaitan dengan pelayanan publik, dan pengembangan kompetensi ASN. Kemendikbud dengan mengusung tema pendidikan dan kebudayaan berharap semua peserta mampu bersinergi dan berkolaborasi membangun dan menguatkan jejaring yang sudah ada dalam perspektif yang lebih luas bagaimana membangun SDM yang lebih kompeten dan dapat diimplementasikan dalam kebijakan-kebijakan strategis dalam bidang pendidikan dan kebudayaan. “Kami berharap kompetensi akan terus meningkat, dan berharap penyelenggara negara kita dipenuhi oleh penyelenggara pemerintahan yang kompeten”, imbuhnya.

Sambutan terakhir disampaikan oleh Kepala LAN Adi Suyanto sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya Adi Suyanto menekankan pada tantangan yang dihadapi Bangsa saat ini. Tantangan itu disebut dengan Global Megatrends. Global Megatrends dicirikan dengan terjadinya globalisasi 2.0, krisis energi dan lingkungan, isu tentang Demographic Change, Digital Era, Technological Convergence, Individualism and Pluralism. Kemudian tantangan yang disebut dengan VUCA (Vocatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity). Kita dituntut terus menerus untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi sebagai Aparatur Pemerintah dan memperbaiki proses bisnis pemerintahan, sehingga terwujud pemerintahan yang lebih gesit atau yang disebut dengan Agile Processes. Tantangan saat ini membutuhkan transformasi sektor publik, dimana kita mampu mengembangkan dan mempertahankan kepercayaan publik. Kita juga dituntut untuk menciptakan pelayanan digital, meningkatkan pemanfaatan teknologi dalam proses pemerintahan atau yang disebut dengan e-government. Tantangan sektor publik dihadapkan pada Digital Disruption. Tantangan selanjutnya adalah menuju Indonesia Emas 2045, kita dituntut untuk meletakan fondasi diantaranya kesiapan infrastruktur, kebijakan konektifitas, tata kelola yang baik, dan tata ruang wilayah yang semakin baik serta, Kementerian dan Lembaga semakin efisien, Kesiapan ilmu pengetahuan dan teknologi, pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan, dan pengaturan tanah (reforma agraria). Kunci utama dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 adalah pengembangan Sumber Daya manusia (SDM). PNS merupakan asset organisasi dan Undang-Undang serta Peraturan Pemerintah memberikan ruang kepada ASN dimana setiap ASN berhak mendapatkan pengembangan kompetensi 20 JP setahun. Penyelenggaraan diklat harus didesain sesuai dengan kebutuhan. Terobosan-terobosan harus dikembangkan seperti pemanfaatan e-learning dan bleendid learning.

MA

DOKUMENTASI KEGIATAN