ORASI ILMIAH DAN PENGUKUHAN WIDYAISWARA AHLI UTAMA PUSDIKLAT KEMENRISTEKDIKTI

Jakarta, 23 April 2019 bertempat di Lembaga Administrasi Negara (LAN) Jalan Veteran, Widyaiswara Ahli Madya Pusdiklat Kemenristekdikti, Dr. Dra. Asih Setiawati M.A.B melaksanakan Sidang Orasi Ilmiah sebagai syarat untuk menduduki Jabatan Fungsional Widyaiswara Ahli Utama di Pusdiklat Kemenristekdikti. Hal tersebut merujuk pada Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 4 Tahun 2017 yang menegaskan bahwa Widyaiswara yang akan menduduki jabatan Widyaiswara Ahli Utama dan Widyaiswara yang pengangkatannya berasal dari Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) berkewajiban untuk melaksanakan orasi ilmiah. Dalam Orasi Ilmiahnya, Asih Setiawati didampingi oleh empat orang anggota Majelis yang akan melakukan pendalaman terkait KTI Orasi Ilmiahnya.  Keempat Majelis tersebut adalah Dra. Army Winarti, M.Si dari LAN, Drs. Teguh Widjanarko, M.PA dari MENPAN, Dr. Al Muktarab, M.Si dari IWI, dan Ir. Wisnu S Soenarso selaku Kepala Pusdiklat Kemenristekdikti.

                                   Asih Setiawati menyampaikan Orasi Ilmiah

Judul yang diangkat oleh Asih Setiawati adalah “Mengawal Komitmen Mutu Dosen Perguruan Tinggi”. Asih mengatakan latar belakang diangkatnya judul tersebut adalah karena berbagai tantangan yang kita hadapi di era globaliasasi saat ini yang ujung-ujungnya terkait dengan daya saing.  Selain itu kondisi pelayanan dosen yang tidak sepenuhnya dalam kualitas pengajaran dan penelitan yang menyentuh komitmen mutu sehingga mahasiswa sebagai stakeholder merasa kurang puas atas mutu kinerja dosen dalam memberikan layanan. Pelatihan Dasar juga sudah banyak dilakukan akan tetapi banyak pengelola diklat yang hanya melakukan evaluasi pada penyelenggaraannya saja, belum ada penelitian yang benar-benar mengevaluasi wujud komitmen mutu serta upaya memelihara dan meningkatkan mutu dosen Perguruan Tinggi di Indonesia.

Acara kemudian dilanjutkan dengan Pengukuhan Widyaiswara Ahli Utama oleh Kepala LAN Dr. Adi Suryanto, M.Si. yang sekaligus menutup rangkaian acara Orasi Ilmiah dan Pengukuhan Widyaiswara Ahli Utama. Dalam sambutannya, Adi Suryanto mengucapkan selamat  kepada para Widyaiswara yang telah dikukuhkan menjadi Widyaiswara Ahli Utama. Beliau juga menyampaikan bahwa saat ini dalam pengembangan kompetensi ASN tantangan kita semakin hari semakin kompleks, untuk itu kecepatan belajar kita harus ditingkatkan. Widyaiswara tidak mengenal tua dan muda semua harus bersama sama membuat sebuah standar kompetensi sehingga widyaiswara diyakini sebagai guru bangsa yang mampu mentransfer teknologi-teknologi ilmu pengetahuan kepada para ASN dan meningkatkan kompetensi mereka. Bahkan tidak hanya meningkat tetapi berubah, hal tersebut dikarenakan saat ini kita menghadapi situasi tantangan dan tuntutan birokrasi yang tidak sedikit. Untuk menciptakan ASN yang  lebih berkualitas kita semua harus meng-upgrade pelatihan-pelatihan dan mengembangkan bahan-bahan ajaran baru sehingga pelatihan yang didapat oleh ASN tidaklah itu-itu saja tetapi lebih kreatif, inovatif dan pembaharuan. “Sebentar lagi penyelenggaraan pelatihan kompetensi di design seperti itu, apapun pelatihannya terserah BPSDM. Sebentar lagi BPSDM melaksanakan pelatihan apapun harus sesuai dengan kebutuhan ASN dimasing-masing unit kerja. Kita sedang menyiapkan dan mengembangkan yang disebut dengan ASN Corporate University dimana setiap atasan ASN atau pejabat harus tau gap kompetensi anak buah atau stafnya, karena saat ini banyak atasan yang tidak tahu apa yang dibutuhkan untuk meningkatkan kompetensi anak buahnya sehingga tidak pernah mengusulkan pelatihan apa yang sesuai kebutuhan mereka” ujarnya.

Diakhir sambutannya, Adi Suryanto mengajak BPSDM untuk bersama-sama mengembangkan kompetensi ASN Indonesia. Selain itu juga agar menyiapkan generasi-generasi baru, ASN muda, ASN generasi milenial dimana generasi milenial memiliki gaya dan kultur yang berbeda dengan generasi terdahulu. Sehingga ini menjadi tantangan bagi kita dan jangan kita biarkan kemampuan mereka yang sudah sangat maju tetapi kita masih menyajikan menu-menu yang lama.

 

Galeri :

NC/IL