BERINTEGRITAS ADALAH KUNCI UTAMA JIKA AKAN MENJADI PEJABAT PENGADAAN

Serpong, 23 April 2019 Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kemenristekdikti  telah telah resmi membuka Pelatihan dan Ujian Sertiffikasi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah tahun 2019.   Pelatihan ini dibuka langsung oleh Kepala Pusdiklat, Wisnu S. Soenarso bersama dengan Kepala Subbidang Diklat Teknis Sugiyo Pranoto.

Menurut Sugiyo Pranoto, jumlah peserta yang mengikuti pelatihan ini adalah sebanyak 31 orang yang berasal dari unit kerja di lingkungan Kementerian Ristekdikti, “Peserta yang mengikuti pelatihan ini adalah sebanyak 31 orang, berasal dari lingkungan kementerian Ristekdikti”. Ungkapnya.

Setelah acara pembukaan, Kepala Pusdiklat memberikan Ceramah Muatan Teknis Subtantif Lembaga yang kaitannya membahas perihal pengadaan barang/jasa. Ceramah tersebut berlangsung selama satu jam pelajaran.

Pusdiklat mengadakan pelatihan ini sudah yang  kedua kalinya (angkatan II) yang mana angkatan sebelumnya sudah dilaksanakan di Yogyakarta. Dari Pelaksanaan Pelatihan dan Ujian, dalam hal ini Pusdiklat bekerja sama dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) untuk menyediakan Narasumber/Widyaiswara dan pengawas Ujian.

Menurut Fajar Adi Hemawan selaku pengajar/Widyaiswara materi pertama , antusiasme peserta lulus Ujian Sertifikat Pengadaan Barang/Jasa belakangan ini lebih tinggi dari pada dulu, hal ini selaras dengan perbaikan metode pembelajaran yang telah dilakukan LKPP. “Dulu presentasenya kecil, paling 10% (lulus ujian), tapi semakin kesini pemahaman informasi semakin baik, berdesiminasi dengan baik, terus metode pembelajaran terus kita perbaiki, tingkat kelulusan menjadi ada di tingkat sekitar 60%”.

Sama halnya dengan salah satu peserta dari Politeknik Negeri Batam, Eko Kusumawati merasa beruntung bisa dipanggil untuk bisa mengikuti pelatihan ini. ”kaget tiba-tiba dapat undangan dan sudah ada nama pesertanya(nama Eko Kusumawati), dan soalnya juga ingin ikut, ingin tahu pengadaan barang/jasa itu seperti apa sebenarnya, prosesnya. Ingin mendalami lah. Karena kan selama ini Cuma di bagian administrasi saja”. Ucapnya.

Harapan Fajar kepada peserta pelatihan yang berkomitmen akan menjadi Pejabat Pengadaan, dari LKPP sudah mencoba mempermudah Peraturan, ketentuan dan fleksibel mungkin, karena pertimbangannya sudah mengikuti perkembangan teknologi. “kita (LKPP) sudah mencoba semakin mempermudah aturan mainnya, dan lebih fleksibel mungkin, karena ada perkembangan teknologi informasi”. Ucapnya. Lanjutnya dia juga menyampaikan bahwa kunci menjadi pelaksana pengadaan adalah harus berintegritas. “untuk teman-teman pelaksana itu, sebenarnya yang penting itu integritas. Mau dibikin aturan mudah atau dibikin aturan susah, kalau integritasnya bagus, dia pasti akan jalan lurus saja, ngga ada masalah”. Imbunya.

Pelatihan ini berlangsung dari tanggal 23 s/d 27 April 2019. diakhiri dengan Ujian Sertifikasi yang dilaksanakan pada tanggal 27 April 2019 di ruang Laboratorium Kampus Pusdiklat Kemenristekdikti.

 

IL