PELATIHAN PBJ ANGKATAN I TAHUN 2019 SETELAH PELATIHAN, 45% PESERTA LULUS DAN MENDAPAT SERTIFIKAT PENGADAAN BARANG/JASA

Yogyakarta, 15 Maret 2019 – Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) bekerjasama dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) menyelenggarakan Ujian Sertifikasi Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) Angkatan I di Laboratorium Komputer Fakultas Tekologi Industri UPN Veteran Yogyakarta. Ujian sertifikasi ini mengacu pada Perpres Nomor 16 tahun 2018, dan peserta yang mengikuti ujian sebanyak 58 orang, terdiri  dari 26 perwakilan Perguruan Tinggi/ Lembaga dan Unit Utama Kemenristekdikti yang sebelumnya telah mengikuti pelatihan selama 5 hari sejak Minggu, 10 Maret 2019 di Hotel Neo+awana Yogyakarta. Peserta berasal dari 20 instansi perguruan tinggi dan 6 lembaga dan unit utama Kemenristekdikti.

 Peserta saat mengerjakan ujian di laboratorium FTI UPN Yogyakarta

Sehari sebelumnya, Pelatihan ditutup langsung oleh Wisnu S. Soenarso, Kepala Pusdiklat Kemenristekdikti yang juga memberikan pengarahan bagi peserta “Mengacu pada hasil try-out selama pelatihan, saya harap semua bisa lulus, minimal 60% dengan nilai diatas 167” disampaikan juga bahwa Pusdiklat Kemenristekdikti sedang mengurus Akreditasi untuk pelaksanaan PBJ sehingga nantinya dapat melaksanakan diklat PBJ secara mandiri “Sertifikat itu kebanggaan, bukti kompetensi. Sekarang jaman sudah berubah, jangan takut menjadi pejabat pengadaan karena semua sudah jelas” imbuh Wisnu, saat ini  Kemenristekdikti berencana membentuk unit khusus pengadaan setingkat eselon II yang akan menangani semmua pengadaan, nantinya di daerah hanya akan ada tim pokja.

Kepala Pusdiklat Kemenristekdikti, didampingi Kasubbid. Diklat Teknis pada acara penutupan Pelatihan

Seorang peserta dari ISI Surakarta, Sri Sumanti Nugrahani yang lulus dengan nilai 220 menyatakan kegembiraannya “kaget dan penuh perjuangan” meskipun menurut anggota tim ULP ini materi yang diberikan kurang mudah dipahami, bahkan terkadang membuat bingung. “Setelah mempelajari Perpres 16 tahun 2018 ini, saya tidak takut apabila ditujuk menjadi pejabat pengadaan” tambahnya lagi.

             Muhammad Akbar (L2 Dikti XI) &Sri Sumanti Nugrahani (ISI Surakarta)

45% peserta yang LULUS akan mendapat Sertifikat dari LKPP sementara 32 peserta lainnya hanya mendapat sertifikat telah mengikuti pelatihan yang dikeluarkan Pusdiklat Kemenristekdikti.Tidak berbeda jauh dengan Muhammad Akbar, Sekretaris Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2 Dikti) Wilayah XI Kalimantan yang Lulus dengan nilai 200, berencana untuk terus meningkatkan kompetensi yang sebelumnya sudah menjabat PPK selama satu tahun. “saya justru ingin mengamankan uang negara, dengan menjadi PPK, saya bisa mengontrol “ paparnya sumringah.

Beberapa peserta berencana secepatnya mengikuti ujian sertifikasi di LKPP karena merasa skornya hanya kurang sedikit saja mencapai 167. Setelah pelaksanaan ujian selesai, terlihat peserta saling mengucapkan selamat berpisah untuk segera kembali ke instansi masing-masing. Teruslah berjuang untuk menjadi ASN yang kompeten dalam segala bidang.

RM