PERESMIAN GEDUNG PUSAT ARSIP DAN PEMUSNAHAN ARSIP INACTIVE KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI,DAN PENDIDIKAN TINGGI

Serpong, 1 Februari 2019. Bertempat di Gedung 514 Kawasan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PUSPIPTEK), Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi meresmikan gedung baru Pusat Arsip dan menghadiri acara pemusnahan arsip inactive. Acara peresmian gedung Pusat Arsip dan Pemusnahan Arsip juga dihadiri oleh Pejabat Eselon II, III, IV Kemenristekdikti dan Arsip Nasional. Sebelum membuka acara, Ainun Naim menyempatkan diri meninjau gedung baru Pusat Arsip Kemenristekdikti, pengelolaan arsip, dan arsip-arsip yang tersimpan di Pusat Arsip.

Sekretaris Jenderal meninjau ruang arsip

Acara pembukaan dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan laporan ketua panitia pemusnahan arsip oleh Kepala Biro Keuangan dan Umum. Dalam laporannya, Sekretariat Jenderal sebagai Unit Kearsipan I sangat mengapresiasi kepada seluruh Unit Kearsipan II yakni pengelola yang telah melaksanakan penyelenggaraan kearsipan, salah satunya adalah penyusutan arsip yaitu pemusnahan arsip sebagai implementasi dari Permenristekdikti Nomor 23 Tahun 2018. Pemusnahan arsip inactive harus dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagaimana yang di Amandemen dalam Pasal 52 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 Tentang Kearsipan.

Pemusnahan arsip di Kemenristekdikti telah melalui mekanisme dan prosedur yang sesuai dan telah disetujui oleh Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia. Arsip yang akan dimusnahkan meliputi SPJ Keuangan Kemenristekdikti Tahun 2001 sampai 2007,  Laporan Penelitian, Proposal Laporan Pengajuan tahun 1994 sampai 2012, Persuratan Menteri Tahun 2012 sampai 2015, Persuratan Biro Perencanaan Tahun 2015, Pengembangan dan Pembinaan Kelembagaan Perguruan Tinggi Tahun 1997 sampai 2016, Perijinan Peneliti Asing tahun 2008 sampai 2012. Persuratan dan Pemutahiran Data 2008 hingga 2013, Persuratan Dewan Riset Nasional 2009 sampai 2013, Borang Akreditasi Program Studi Perguruan Tinggi Tahun 2012.

Bambang Surono dari Arsip Nasional memberikan pengarahan bahwa kegiatan pemusnahan arsip dalam penyelenggaraan kearsipan mempunyai makna yang sangat strategis dan sangat penting karena esensi dari pemusnahan arsip bukan berarti memusnahkan arsip untuk menghilangkan baik fisik maupun informasinya tapi menyelamatkan arsip-arsip yang masih harus disimpan, sedangkan arsip yang dimusnahkan adalah arsip-arsip yang telah dinilai oleh Kemenristekdikti dan Arsip Nasional dan termasuk arsip yang tidak memiliki nilai guna. Pemusnahan arsip pada hakikatnya tidak hanya peniadaan arsip yang tadinya ada menjadi tidak ada melainkan mengandung makna tertatanya arsip dinamis, terselamatkannya arsip statis, efisiensi dan efektifitas dan penyelamatan arsip secara keseluruhan. Dengan dimusnahkan arsip yang tidak bernilai guna maka arsip yang masih bernilai guna dapat terkelola dengan baik.

Dalam sambutannya, Ainun Naim menekankan bahwa arsip mempunyai peranan yang sangat penting yaitu dapat digunakan sebagai bukti, menjaga pengetahuan, dan mengelola sejarah. Untuk itu, perlu segera ditingkatkan kualitas pengelolaan, penggunaan teknologi, dan sistem integrator agar arsip-arsip yang mempunyai nilai sejarah tinggi dapat diketahui informasi dan lokasinya sebagai upaya untuk menjaga dan mengembangkan budaya dan karakter bangsa. Diakhir acara dilaksanakan peresmian Gedung Arsip Kemenristekdikti dan dilanjutkan dengan pemusnahan arsip di Ineserator Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta penandatanganan Berita Acara Pemusnahan.

Foto bersama Sekretaris Jenderal dan pejabat eselon II pada peresmian gedung Pusat Arsip

Sekretaris Jenderal menuju lokasi Ineserator

Ineserator untuk memusnahkan arsip

Sekretaris Jenderal secara simbolik memusnahkan arsip ke Ineserator