PEMBUKAAN PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL GOLONGAN III ANGKATAN II PUSDIKLAT KEMENRISTEKDIKTI

Tangerang Selatan, 18 Februari 2019. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi menyelenggarakan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Golongan III Angkatan II di Kampus Pusdiklat Kemenristekdikti.. Hadir dalam kegiatan ini Kepala Pusdiklat kemenristekdikti, Kepala Bagian Tata Usaha, Kepala Bidang Program dan Kerjasama, Kepala Bidang Penyelenggaraan, Widyaiswara, dan Pejabat Struktural lainnya di lingkungan Pusdiklat Kemenristekdikti. Kegiatan ini diawali dengan laporan Kepala Bidang Program dan Kerjasama Pusdiklat Kemenristekdikti selaku ketua penyelenggara kegiatan. Dalam laporannya disampaikan dasar hukum pelaksanaan kegiatan adalah Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), Peraturan Pemerintah (PP) No. 11 Tahun 2017 tentang Manajemen ASN, dan Peraturan Lembaga Administrasi Negara No. 12 Tahun 2018 tentang Pelatihan Dasar CPNS. Tujuan pelatihan dasar CPNS ini adalah untuk membentuk PNS yang profesional yang memiliki karakter sebagai PNS yakni sebagai pelayan masyarakat, pelaksana kebijakan publik, dan perekat dan pemersatu bangsa. Karakter yang dibentuk adalah melalui penanaman perilaku bela negara, nilai-nilai dasar PNS, dan penguatan kompetensi bidang tugas.

Laporan Kepala Bidang Program dan kerjasama

Pelatihan dasar CPNS Golongan III Angkatan II Pusdiklat Kemenristekdikti dilaksanakan mulai tanggal 18 Februari sampai dengan 4 Mei 2019. Untuk jumlah Jam Pelajaran diklat ini adalah 511 JP yang terdiri dari pembelajaran klasiklal yaitu 21 Hari Kerja dan pembelajaran non klasikal 30 Hari Kerja. Jumlah peserta Latsar CPNS Golongan III Angkatan 2 berjumlah 40 orang peserta, terdiri dari 17 orang peserta laki-laki, dan 23 orang peserta wanita. Seluruh peserta berasal dari 12 Perguruan Tinggi Negeri yakni Institut Teknologi Sumatera 3 orang, Politeknik Negeri Batam 3 orang, Politeknik Negeri Cilacap 1 orang, Polteknik Negeri Jakarta 3 orang, Politeknik Negeri Lampung 2 orang, Universitas Diponegoro 3 orang, Universitas Gadjah Mada 2 orang, Universitas Indonesia 4 orang, Universitas Maritim Raja Ali Haji 4 orang, Universitas Negeri Semarang 3 orang, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta 9 orang, dan Universitas Negeri Lampung 3 orang. Kabid Prokerma juga menyampaikan kriteria kelulusan peserta latsar, dimana peserta yang memperoleh skor 90,01 – 100 masuk kategori sangat memuaskan, skor 80,01 – 90 masuk kategori memuaskan, skor 70,01 – 80 masuk kategori cukup memuaskan, 60,01 – 70 masuk kategori kurang memuaskan, dan peserta yang memperoleh skor kurang dari 60 masuk dalam kategori tidak memuaskan.

Kegiatan Latsar CPNS Golongan III Angkatan II dibuka oleh Wisnu S. Soenarso Kepala Pusdiklat Kemenristekdikti. Dalam sambutannya, Wisnu menyampaikan bahwa peserta yang mengikuti kegiatan latsar saat ini merupakan orang-orang yang beruntung, mengingat masih banyak orang-orang yang belum bisa mengikuti latsar CPNS. Terkait dengan evaluasi peserta latsar, jika peserta memperoleh nilai kurang dari 60 atau tidak memuaskan, maka bisa jadi tidak akan lulus. Bagi seluruh peserta mengikuti latsar adalah kewajiban. Wisnu juga mengamanatkan agar seluruh peserta bisa lulus dengan skor 90,01 – 100 atau kategori sangat memuaskan. Karakter peserta akan dibentuk dengan mengikuti bela negara dan diberikan mata diklat yang mendukung. Salah satu yang menjadi bahan kelulusan peserta adalah penilaian 20% dari Instansi peserta yakni penguatan kompetensi bidang tugas. Pelaksanaan diklat saat ini berbeda dengan diklat dulu yakni pelatihan dasar terintegrasi. Jika dulu peserta mengikuti latsar sudah pasti lulus, sekarang peran instansi asal peserta menentukan kelulusan peserta. Diharapkan setelah latsar CPNS, akan terbentuk karakter peserta sebagai PNS. “Dosen sekarang berbeda dengan dosen terdahulu, saudara diminta untuk menyesuaikan dengan tuntutan Revolusi Industri 4.0”, imbuhnya.

 Sambutan Kepala Pusdiklat Kemenristekdikti

Wisnu juga menyampaikan, saat ini waktu pelatihan berkurang namun esensinya tidak berkurang. Jika ingin terus sebagai PNS, maka sesuai Undang-Undang jadilah pelayan masyarakat. Renungkan apakah masih ingin menjadi PNS. Selain itu, peserta yang berasal dari instansi yang berbeda diminta untuk membentuk Jejaring terutama untuk research khususnya consortium research. Wisnu juga menekankan pentingnya peserta untuk menjaga kesehatan agar seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar. Peserta diminta menanggalkan atribut dosennya saat mengikuti latsar CPNS. Dalam kegiatan latsar CPNS ini peserta akan dibina oleh TNI Angkatan Darat.

Usai memberikan amanatnya, Kepala Pusdiklat Kemenristekdikti membuka kegiatan secara resmi disertai dengan pengalungan tanda peserta kepada perwakilan peserta latsar CPNS Golongan III Angkatan 2. Kegiatan ditutup dengan pemberian selamat kepada seluruh peserta latsar CPNS Golongan III Angkatan 2 ditemani oleh Pejabat Struktural dan Widyaiswara Pusdiklat Kemenristekdikti.

Aldina Sintya Dewi seorang peserta latsar CPNS yang merupakan dosen dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta memberikan testimoninya terkait pembukaan latsar CPNS. Menurutnya, pembukaan latsar CPNS berjalan dengan baik, kompak dan lancar. Kegiatan ini adalah pengalaman pertamanya dimana peserta juga diminta menjadi panitia pembukaan. Aldina mengutarakan tujuannya menjadi ASN adalah untuk memberikan kontribusi kepada Bangsa dan Negara karena sebelumnya bekerja di perusahaan. “Saya punya mimpi untuk membangun bangsa”, tambahnya. Terkait dengan materi-materi latsar CPNS, Aldina menyatakan sebelumnya pernah mencari tetapi untuk sepenuhnya mempelajari belum.

Aldina Sintya Dewi, peserta Latsar CPNS dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

 

M.A.S