Pelaksanaan SKD Kemenristekdikti

     Jakarta – Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) telah mengumumkan hasil seleksi administrasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2018. Seperti diketahui dari lampiran pengumuman nomor 4791/A.A2/KP/2018 tanggal 2 November 2018 sebanyak 2514 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi. Selanjutnya peserta yang dinyatakan lulus wajib mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang tersebar di beberapa provinsi di Indonesia. SKD di Jakarta diselenggarakan mulai 8 November sampai dengan 11 November 2018 di Kantor Walikota Jakarta Utara. Pada hari Kamis dan Jumat ada 4 sesi, hari Sabtu ada 5 sesi dan 2 sesi pada hari minggu. Setiap sesinya dapat menampung sekitar 400 peserta.  Pada Jum’at 9 November 2018 terjadi kerusakan pada server yang mengakibatkan keterlambatan waktu tes semula 08.00 menjadi 09.30

     Peserta yang mengikuti seleksi datang dari seluruh penjuru di Indonesia. Mulai dari pagi sudah terlihat memadati Kantor Walikota Jakarta Utara. Semua peserta mempunyai harapan agar dapat lolos menjadi CPNS untuk mengabdi kepada negara. Syarat peserta lolos mudah, hanya memenuhi passing grade yang telah ditetapkan, yaitu Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) 75, Tes Intelejensi Umum (TIU) 80, dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) 143. Sistem seleksi yang digunakan pada saat SKD adalah Computer Assisted Tes (CAT). Peserta langsung dapat mengetahui nilai perolehan pada saat selesai ujian.

     Sebelum memasuki ruangan tes peserta menyerahkan kartu ujian kepada panitia untuk dimintakan pin, setelah itu peserta mengisi daftar hadir lalu naik ke lantai 2 untuk menjalani pemeriksaan apabila ada yang membawa barang yang telah dilarang pada peraturan yang berlaku. Peserta yang terlambat datang tidak diperkenankan untuk mengikuti ujian walaupun hanya satu menit saja.

     Setelah selesai mengerjakan tes CAT peserta lalu keluar untuk menemui sanak keluarga atau teman yang menunggu. Hasil tes CAT dapat dilihat di papan informasi pengumuman yang tersedia di luar. Dari papan informasi dapat diketahui bahwa hanya sedikit peserta yang dapat lulus passing grade. Setelah diamati banyak peserta gugur di TKP kebanyakan tidak bisa menembus angka 143.

     Seperti salah satu peserta Melsa Agusri, yang melamar posisi Analis Data Akademik di Universitas Negeri Medan. Nilai yang diperoleh adalah TWK 75, TIU 90, dan TKP 134. Melsa mengaku gagal di TKP. “Soal TKP sangat Panjang sekali setiap soal Panjang semua waktunya habis disana, kita mengerjakan 100 soal hanya 90 menit, menurut saya waktunya kurang jika soalnya panjang-panjang seperti itu” ungkap Melsa.

     Berbeda dengan Melsa, Martcilia Widya Pertiwi dan Ryan Herardi dapat melampaui passing grade walaupun tipis-tipis. mereka mengungkapkan kunci utama dalam pengerjaan soal adalah cermati setiap soalnya dan jangan terpaku pada satu soal terlalu lama mengingat waktu terus berputar.

    Banyak peserta mengharap pemerintah untuk mengkaji ulang batas kelulusan / passing grade yang telah ditetapkan mengingat tidak lebih dari 10% peserta yang mengikuti tes dapat lulus.

Siti Aminah/Korneti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen − one =