Menjadi Entrepreneur di Masa Tua

“Aging is not lost youth but a new stage of Opportunity and Strength”

(Menua bukan berarti kehilangan masa muda, tapi sebuah fase menuju Tantangan dan Kekuatan Baru)

                                                                                                                                                        ~Betty Friedan~

Makassar, 12 Oktober 2018 – Kehilangan pekerjaan rutin, sumber penghasilan, merasa tidak lagi produktif, hingga merasa kehilangan makna tujuan hidup sering dirasakan oleh mereka yang akan memasuki masa purnabakti (pensiun). Masa purnabakti adalah siklus yang akan dihadapi oleh setiap Pegawai Negeri Sipil (PNS), pada masa ini PNS dihadapkan pada tantangan yang sangat kompleks, karena secara psikologis harus menyesuaikan diri dengan lingkungan hidup yang baru.

Sebagai upaya menyikapi perubahan lingkungan baru tersebut, Pusdiklat Kemenristekdikti menyelenggarakan program pelatihan Pra-Purnabakti bagi PNS di lingkungan Kemenristekdikti. Program pelatihan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi PNS Kemenristekdikti untuk memperkuat sikap optimis dan jiwa entrepreneur di masa tua atau pada saat memasuki usia purnabakti (pensiun).

Sebagai pilot project dalam pelatihan Pra-Purnabakti ini, Pusdiklat Kemenristekdikti bekerjasama dengan Unit Pengembangan Kewirausahaan dan Bisnis (UPKB) Universitas Hasanudin, Makasar. Pelatihan berlangsung sejak tanggal 8 sampai dengan 12 Oktober 2018 bertempat di Hotel Almadera D/h Quality Plaza Hotel Makasar.

Pelatihan dibuka oleh Wisnu S. Soenaso, Kepala Pusdiklat Kemenristekdikti yang didahului oleh memberikan materi tentang Hak dan Kewajiban Purnabakti oleh Ari Hendrarto, Kepala Biro SDM Kemenristekdikti. Ari mengatakan bahwa didalam mempersiapkan masa pensiun diperlukan persiapan fisik dan mental. Ada tiga langkah dalam menghadapi post power syndrome yaitu pertama adalah mengembangkan pola hidup positif, kedua membuka diri pada ajakan untuk membuka kesempatan aktualisasi diri, dan ketiga adalah bergembira dalam menghadapi tantangan hidup.

Mardiana E. Fachry, Ketua Unit Pengembangan Kewirausahaan dan Bisnis (UPKB) Universitas Hasanudin mengatakan bahwa bisnis yang nanti akan diperkenalkan adalah bisnis rumah tangga yang tidak terlalu sulit untuk dilakukan, sehingga dalam pelatihan ini nanti akan dilatih bagaimana cara membuat tanaman hias, ikan hias, cenderamata mata, ice cream, pembuatan bandeng tanpa tulang. Intinya adalah bahwa bagaimana mengisi masa purnabakti dengan hidup yang penuh bermakna dan punya arti. Hidup ini bukanlah sesuatu yang menyusahkan akan tetapi sesuatu yang perlu disambut. Dengan banyaknya waktu luang bersama keluarga, maka akan banyak yang dapat dilakukan. Kenyataannya banyak yang berfikir bahwa pensiun adalah suatu masalah. Inilah yang akan dipecahkan dalam waktu 5 hari kedepan”.

Para peserta pelatihan terdiri dari 40 orang tenaga pendidik (tendik) dari Universitas Hasanudin 15 orang, Universitas Negeri Makasar 16 orang, Politeknis Pertanian 3 orang, PNUP 2 orang, dan LDDIKTI Wilayah IX 4 orang. Aliming, seorang penjaga keamanan Universitas Hasanudin yang menjadi salah seorang peserta pelatihan, mengatakan bahwa saat ini sudah ada usaha yang dilakukannya bersama keluarga. Bermodalkan 4 hektar tanah yang diperolehnya sebagian dari mencicil dan sebagian milik keluarga, ditanami bibit cengkeh yang dibeli dari perolehan uang remunerasi, berharap dapat mengisi masa purnabaktinya di bulan Januari 2019 dengan penuh semangat dan keceriaan. Ditambah lagi dengan ilmu yang didapat dari pelatihan Pra-Purnabakti ini sangat menambah wawasan, demikian ungkapnya. Lain hal yang dikatakan oleh ibu Asnah, Tenaga Pendidik (Tendik) Universitas Hasanudin yang sudah memiliki usaha kontrakan rumah mengatakan bahwa usaha ini sebagai bagian dari cara untuk menolong sesama manusia yang memang betul-betul membutuhkannya. Dengan memberikan pengurangan harga kontrak rumah disaat pengontrak tidak mempunyai uang untuk membayar kontrakan, menjadi suatu lumbung untuk mengisi hari-harinya saat nanti sudah memasuki masa purnabakti 4 bulan kedepan.

Para peserta pelatihan Pra-Purnabakti dibekali pengetahuan tentang Hak dan Kewajiban Purnabakti yang disampaikan oleh Ari Hendrarto, Kepala Biro SDM Kemenristekdikti, Pembekalan dan Pengarahan Program Pelatihan Pra-Purnabakti, oleh Wisnu S. Soenarso, Kepala Pusdiklat Kemenristekdikti, Psikologi Perubahan Diri oleh Hilman Wirawan, Dosen Prodi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanudin, Kewirausahaan dan Karakter Wirausaha oleh Tim UPKB Universitas Hasanudin, Building Learning Commitment (BLC) yang dikemas dengan berbagai macam permainan interaktif dan dilakukan dengan konsep baru yaitu konsep outdoor dengan pengambilan lokasi pelaksanaan di Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung terletak di Sulawesi Selatan, seluas ± 43.750 Ha. Secara administrasi pemerintahan, kawasan taman nasional ini terletak di wilayah Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkajene Kepulauan. Salah satu permainannya yaitu permainan mencapai tujuan, yaitu suatu permaian untuk membangun kemampuan peserta dalam merencanakan dan memutuskan suatu kegiatan dengan memperhatikan resiko-resiko yang akan merugikan usaha. Penentuan jarak yang tepat harus diseusaikan dengan kemampuan sumber daya manusianya.

Setelah dibekali pengetahuan secara teori, peserta diajak untuk melihat secara langsung dengan mengunjungi sentra-sentra usaha, Demo dan Praktek Usaha (Cinderamata, Pembuatan Ice Cream, Pembuatan Kue, Pembuatan Akuarium), serta pelatihan diakhiri dengan penyusunan perencanaan bisnis/rencana aksi.

 

Siti Aminah/ Rio K. Apriyadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × 5 =