Diklat PIM IV Pilih UGM Jadi Tempat Best Practise

     Bulaksumur, Yogyakarta, 3 Oktober 2018 – Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Pusdiklat Kemenristekdikti) datang ke Universitas Gajah Mada (UGM) untuk memperoleh best practice bagi peserta diklat Kepemimpinan Tingkat IV (Diklat PIM IV)

     “Saya ‘menitipkan’ 39 orang pejabat pengawas dari Kemenristekdikti (ada 2 peserta dari sini) untuk dapat menimba ilmu dari hal-hal yg telah dilakukan oleh UGM” kata beliau dalam sambutannya yang juga menyampaikan bahwa ada 1 orang peserta dari Universitas Tadulako yang terpaksa ijin untuk menjenguk keluarganya yang sedang ditimpa bencana gempa dan tsunami di Palu. Wisnu juga mengingatkan peserta diklatpim bahwa kegiatan dalam tahapan proyek perubahan peserta harus menjadi bagian dari SKP pegawai yang bersangkutan.

     Sekretaris Rektor UGM, Gugup Kismono, mewakili rektor UGM juga meninggalkan pertemuan lain demi menerima peserta benchmarking Diklat Pim IV Kemenristekdikti. Setelah memberikan sambutan, beliau memperkenalkan tim dari keuangan, filsafat, inkubasi (science and technopark UGM) dan Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat. Gugup juga menegaskan bahwa perbedaan mendasar UGM dengan PTN berbadan hukum lainnya adalah dalam pengadian kepada masyarakatnya. Sebelum menayangkan video profil UGM, Gugup menambahkan “UGM itu inclusive, kalo masuk ke UGM harus menjadi Indonesia tidak ada yg fanatik karena disini ada perwakilan dari seluruh provinsi, minimal 2 orang yg masuk UGM lewat berbagai jalur penerimaan”


Setelah berfoto bersama di balairung, peserta dibagi menjadi 4 kelompok dan langsung menuju lokus masing-masing yaitu Pemberdayaan kepada masyarakat, Keuangan, Inkubasi dan sumberdaya. Di lokasi yang ditentukan, peserta boleh mengamati langsung proses yang telah dilakukan oleh UGM, termasuk sistem aplikasi dan penelitian-penelitian yang telah dilakukan oleh mahasiswa UGM.


Dalam paparannya, Direktur Pengabdian Kepada Masyarakat UGM, Irfan Dwidya Prijambada menyampaikan rasa bangganya atas prestasi dan kerja keras yang sudah dilakukan mahasiswa UGM dalam rangka memberdayakan masyarakat “Semoga nanti Indonesia jadi pusat action riset dunia, karena penelitian dilapangan itulah pengabdian” demikian disampaikan harapan beliau yang juga harapan kita bersama demi kesejahteraan rakyat Indonesia.

     Setelah kunjungan lapangan, peserta melanjutkan diskusi kelompok dan pada malam harinya langsung diskusi dan mempresentasikan hasilnya dihadapan forum dengan moderator adalah Widyaiswara Pusdiklat, Bambang Sutedja sebagai pengampu mata diklat benchmarking to the best practice’. Beliau juga turut serta mendampingi dan membimbing peserta selama di Yogyakarta tanggal 1-5 Oktober 2018.

     Kelompok 1 yang pertama tampil menyajikan hasil diskusi dan pengamatan yang telah dilakukan sesuai lokus yang dikunjungi. Tim ini melihat langsung yang dilakukan di bagian keuangan UGM dan di Kabupaten Kulon Progo, tim ini mengunjungi Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi. Pada sesi tanya jawab, peserta sangat antusias menanggapi juga membandingkan dengan yang kondisi di instansinya masing-masing.

     Tiga kelompok lainnya juga mempresentasikan hasil diskusi atas kunjungannya di UGM dan Kabupaten Kulon Progo. Selain tugas kelompok, semua peserta masih harus membuat tugas individu yang akan dikumpulkan oleh panitia sebelum kembali ke kampus Pusdiklat Kemenristekdikti di Puspiptek Tangerang Selatan.

Charfikarani/Roma Mantin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × 1 =