Berwirausaha dimasa tua? Siapa takut

 

Solo, 17 Oktober 2018 –  Sejumlah 39 peserta diklat PraPurna Bakti melakukan kunjungan lapangan di beberapa sentra kegiatan wirausaha di sekitar Solo. Yang menjadi awal kunjungan mereka adalah di Suryono Farm, Home industri yang bergerak di bagian ternak lele dan produksi telur puyuh. Disana para peserta dijelaskan bagaimana cara beternak mulai dari kembang biak sampai proses produksi.(foto:1)

(foto:2)

Yang kedua adalah mengunjungi CV. Bina Usaha mandiri, bisnis yang bergerak di bidang pemanfaat limbah sampah. Yang menarik pada tempat kali ini adalah dari segi inovasi dalam pemanfaatan limbah. Home industri ini selain mendaur ulang sampah kertas yang menjadi komoditi utama, juga membuat beberapa inovasi dari sisa bungkus makanan ringan menjadi bahan setengah jadi yang nantinya bisa diolah menjadi bahan kerajinan tangan. Selain itu pemilik usaha ini juga mengembangkan bahan bangunan berupa bata yang terbuat dari bahan kertas yang memiliki keunggulan ringan, anti api dan anti air. Kegiatan usaha ini memberikan wawasan kepada peserta bahwa peluang berwirausaha bisa diperoleh dari mana saja selagi mampu membaca peluang pasar.

(foto:3)

Kunjungan selanjutnya adalah ke tempat wira usaha kuliner milik seorang pemuda yang telah sukses mengembangakan bisnis warung makannya yang bernama “Puyuh Ungkep”. Sesuai dengan namanya, warung kuliner ini menyajikan hidangan dari unggas burung puyuh. Yang unik disini dibanding dengan tempat yang lain adalah dimana tulangnya dapat dimakan. Para peserta nampak antusias mencoba makanan yang diihidangkan dibarengi sesi tanya jawab kepada pemilik pelaku usaha Puyuh Ungkep”.
“tentunya kegiatan ini sangat bermanfaat, apalagi sebelumnya saya juga sudah berencana untuk beternak lele setelah pensiun nanti”. Ungkap Ibu Dwi, peserta dari Kopertis wilayah V. Pihak penyelenggara memberikan alasan memilih 3 jenis wirausaha yang dikunjungi mengingat potensi dari ketiga bisnis ini masih cukup menjanjikan.(Foto:4)

Hari Kamis (18/10), para peserta tampak sangat antusias (foto:5) mengikuti pelatihan kali ini. Hal ini karena mereka melakukan simulasi kegiatan berwira usaha. Mereka dibagi menjadi beberapa pelaku ekonomi sama seperti kegiatan bertransaksi yang sebenarnya. Ada yang menjadi Distributor, pembeli, Konsultan ekonomi, jasa periklanan, perbankan, dan sisanya menjadi penjual. Para penjual diberikan pinjaman modal dari bank untuk memulai berwira usaha. “ Secara umum simulasi ini sangat membantu memberi gambaran untuk berwira usaha” ucap Aan, salah satu peserta pelatihan.

(foto:5)

Pelatihan ini turut dihadiri oleh Kepala Bidang Program dan Kerja sama, Dr. Ir. Lanjar yang sekaligus menutup Pelatihan (Jumat, 19/10). Dalam penutupan kegiatan tersebut, Ia juga memberikan pengarahan kepada peserta, bahwa kegiatan ini merupakan Pilot Project dan menjadi bahan bahan evaluasi untuk pelatihan pra purnabakti di tahun tahun berikutnya. “Pelatihan ini merupakan pilot project yang pertama di Makasar dan yang kedua disini. Ini nanti akan kita evaluasi untuk pelatihan tahun-tahun kedepan” ucap Lanjar.

Selama lima hari (14/10 s.d 19/10) Pusdiklat Kemenristekdikti bekerja sama dengan Pusat Pengembangan Kewirausahaan (PPKwu) LPPM UNS dalam menyelenggarakan pelatihan Pra Purnabakti di Lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

 

Indra lukmana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × 5 =