BENCHMARKING DIKLAT PIM IV DI KABUPATEN KULON PROGO

Kulon Progo, 2 Oktober 2018 – Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tnggi (Pusdiklat Kemenristekdikti) memilih Kabupaten Kulon Progo sebagai tempat kunjungan studi banding (benchmarking) bagi peserta Diklat Kepemimpinan Tingkat IV Angkatan III (Diklat Pim IV).  Agenda ini dilakukan tanggal 1-5 Oktober 2018 di Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai bagian dari tahapan merancang perubahan dan membangun tim sebelum peserta memasuki tahap laboratorium kepemimpinan di instansi masing-masing.

Kunjungan tiba di Wates, Ibukota Kabupaten Kulon Progo sekitar jam 9 pagi. Tim Benchmarking dari Pusdiklat Kemenristekdikti dipimpin Kepala Pusdiklat Kemenristekdikti, Wisnu S. Soenarso didampingi oleh Kepala Bidang Penyelenggara, Ruben Silitonga. Rombongan  diterima langsung oleh Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo di gedung Sremo Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Kulon Progo didampingi oleh beberapa pimpinan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) antara lain, Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi, Kepala Dinas  Kependudukan dan Catatan Sipil, Pelaksana Harian Kepala Dinas Kesehatan dan Sekretaris BKPP (Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan). Setelah acara seremonial menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya,  Kepala Pusdiklat Kemenristekdikti menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan 40 orang peserta Diklat Pim IV adalah untuk dapat melihat langsung inovasi yg sudah dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kulon Progo.

Setelah sehari sebelumnya Kabupaten Kulon Progo menerima kunjungan orientasi lapangan peserta Diklat Pim dari PKP2A LAN (Pusat Kajian dan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur-Lembaga Administrasi Negara) Samarinda, hari ini 2 Oktober 2018 Pemkab Kulon Progo juga menerima kunjungan dari Pusdiklat Kemenristekdikti. “Karena banyaknya kunjungan, nanti Kulon Progo bisa jadi pusat pariwisata pim”  seloroh Wisnu dalam sambutanya yang juga menyampaikan  instansi asal dari peserta terjauh yakni dari Politeknik Negeri Tual Maluku. “Semua peserta nantinya akan menimba ilmu, dan bagaimana inspirasinya dalam membuat proyek perubahan dengan membuat proses harus menjadi faster, better dan cheaper karena mereka inilah nantinya yang menjadi mesin di perguruan tinggi dan di instansinya masing-masing”.

Disela-sela kesibukannya, Bupati  Kulon Progo dengan antusias  menyampaikan sambutannya dihadapan semua peserta. Sejak tahun 2012 Angka Kemiskinan terus turun dari 26%, sekarang menjadi 16% di 12 kecamatan (sensus dilakukan langsung oleh PNS) salah satunya dengan dilakukannya bedah rumah setiap hari minggu dan program ‘1 village, 1 sister company’ dalam upaya mendekatkan yang kaya dengan yang miskin. “Semua kita lakukan untuk membangun masyarakat yang mandiri, tahun 2016 kita sudah dapat penghargaan  Natamukti Award dari Kementerian Koperasi dan UKM dan Bupati Enterpreneur lewat program BELA BELI KULON PROGO; gerakan kita mulai dari yang kecil, dilakukan sekarang tetapi harus terus berfikir besar” kata bupati yang juga adalah dokter spesialis kandungam dan konsultan bayi tabung dalam mengakhiri sambutannya. Pada sesi tanya jawab peserta benchmarking juga semangat sekali menyampaikan pertanyaan-pertanyaan yang dijawab langsung oleh kepala dinas terkait.

 
Acara dilanjutkan dengan melihat  langsung lokus yang ditentukan dengan masing masing tim terdiri atas 10 orang ke Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah , dan  Dinas Kesehatan. Melalui kunjungan ini, diharapkan dapat menginspirasi peserta untuk menemukan ide inovatif dalam menyusun rancangan proyek perubahan seperti yang sudah dilakukan  di Kabupaten Kulon Progo dalam merubah mindset-kinerja, tidak sekedar inovasi tetapi revolusi mental yang dibangun secara berkesinambungan dan terus-menerus.

Charfikarani/Roma Mantin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 + 5 =