Audiensi Kemenristekdikti dengan Presiden RI

Jakarta, 10 Oktober 2018 – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menyelenggarakan acara penyampaian hasil evaluasi capaian unit kerja dan rapor kinerja unit kerja oleh Menteri Ristekdikti tahun 2018 serta audiensi dengan Presiden RI pada Rabu, 10 Oktober 2018. Acara ini diselenggarakan dalam rangka menjalankan fungsi pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program/kegiatan dan anggaran untuk meningkatkan kinerja pelaksanaan program dan anggaran di lingkungan Kemenristekdikti tahun 2018, yang dihadiri oleh seluruh pejabat eselon I dan eselon II unti utama Kemenristekdikti, Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri (PTN), dan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) di lingkungan Kemenristekdikti.
Acara ini diselenggarakan di dua tempat, di Hotel Grand Sahid Jaya dan Istana Negara. Acara di Hotel Grand Sahid Jaya dimulai pada pukul 08.30 WIB dengan agenda pembukaan dan pengarahan tentang hasil evaluasi dan rapot Unit Kerja Eselon I, II, PTN, LLDIKTI, dan Satker mandiri lainnya triwulan III 2018 oleh Menristekdikti, Mohamad Nasir dilanjutkan dengan audiensi dengan Presiden RI di Istana Negara Jakarta.

Sumber : Biro KSKP Kemenristekdikti

Dalam kesempatan tersebut, Joko Widodo menyampaikan beberapa point penting mengenai Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia. Beliau mengungkapkan keheranannya mengapa hingga saat ini baru ada tiga PTN yang masuk 500 besar perguruan tinggi negeri terbaik di dunia.
“Coba kita sudah berapa puluh tahun, hanya tiga universitas yang masuk 500 besar? Terus respons dong. Karena proses manajemen atau proses yang lain?” kata Jokowi di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Selain itu Joko Widodo menyinggung perihal pengurusan fakultas baru untuk perguruan tinggi. Jangan sampai ada yang mempersulit pengurusan fakultas serta perguruan tinggi yang baru.
“Nah, mumpung ini ada eselon I, eselon II di Kemenristekdikti saya mau bicara sekalian ini masalah ekosistem juga di internal perguruan tinggi. Ini terutama untuk eselon I, II di Kemenristekdikti juga harus mulai berubah jangan sampai saya dengar suara-suara ngurus fakultas baru sulit, ngurus prodi baru sulit, ngurus jurusan sulit. Ya kalau gaya-gaya lama, tradisi lama masih hidup terus-terus, ya siapa yang bisa berubah?” jelas Jokowi.
Acara audiensi ini diakhiri dengan foto bersama pada pukul 15.30 WIB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 − 1 =