Kepala Pusdiklat Resmi Menutup Tiga Pelatihan Teknis Keuangan di Yogyakarta

Yogyakarta, 20 Juli 2018 – Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi telah menyelenggarakan tiga pelatihan teknis sekaligus di Yogyakarta. Pelatihan yang diadakan antara lain Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Berbasis Akrual, Pelatihan Bendahara Pengeluaran, dan Pelatihan Perencanaan Penganggaran. Ketiga Pelatihan ini diselenggarakan satu minggu di Hotel Neo+ Awana Yogyakarta mulai tanggal 15 sampai dengan 21 Juli 2018. Pelatihan ini diikuti oleh beberapa Perguruan Tinggi Negeri, Perguruan Tinggi Swasta serta Kopertis dari seluruh Indonesia. Dalam penyelenggaraannya Pusdiklat Kemenristekdikti bekerja sama dengan Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Keuangan dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Jumlah peserta pelatihan setiap kelas bervariasi antara satu dengan yang lainnya. Jumlah peserta pelatihan penyusunan laporan keuangan berbasis akrual adalah 41 orang, sedangkan pada pelatihan bendahara pengeluaran berjumlah 35 orang, untuk pelatihan perencanaan penganggaran berjumlah 35 orang. Pemateri pada setiap pelatihan ini disampaikan oleh Widyaiswara dari Badiklat Keuangan sesuai dengan spesialisasi keahliannya berdasarkan pelatihan yang diselenggarakan. Beberapa widyaiswara berasal dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Yogyakarta, Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Yogyakarta, dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbebendaharaan (DJPB)Daerah Istimewa Yogyakarta.

Arief Rachman Hakim, peserta dari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung mengatakan sangat senang dapat diberikan kesempatan untuk menguti pelatihan penyusunan laporan keuangan berbasis akrual. “Pelatihan seperti ini sangat ditunggu oleh satuan kerja di bawah Kemenristekdikti untuk memperluas wawasan para pegawainya.” ucap Arief. Arief menambahkan bahwa dirinya sudah sangat lama tidak mengikuti pelatihan seperti ini, kebanyakan diikutkan sosialisasi-sosialisasi yang biasanya diselenggarakan kurang dari tiga hari saja. Pada pelatihan penyusunan laporan keuangan berbasis akrual terdapat dua jenis tes akhir yaitu tes tertulis dan tes praktek. Peserta akan mendapatkan sertifikat telah mengikuti pelatihan yang dikeluarkan oleh Pusdiklat Kemenristekdikti.

Sementara itu salah satu peserta Pelatihan Bendahara Pengeluaran Ni Made Lenny Yanti dari Universitas Udayana mengatakan bahwa banyak sekali ilmu yang didapatkan dari pelatihan ini. Awalnya Yanti tidak tahu sistem pembukuan seperti apa, setelah mengikuti pelatihan ini menjadi lebih paham alur proses keuangan seperti apa. “Tadi dijelaksan mengenai aplikasi SAIBA, ternyata itu banyak sekali membantu proses keuangan, jadi kita tidak perlu manual lagi.” Ujar Yanti. Yanti mengatakan walaupun jabatannya adalah pengelola dokumen keuangan bukan bendahara pengeluaran, tetapi pelatihan ini relevan bagi dirinya. Yanti berharap bidang keuangan akan semakin maju dengan berkembangnya sistem-sistem yang dapat membantu pekerjaan di bidang keuangan. Di akhir rangkaian kegiatan, terdapat tes komprehensif bagi peserta pelatihan bendahara pengeluaran. Apabila pada tes komprehensif mendapatkan skor lebih dari 6000, peserta pelatihan bendahara pengeluaran berhak melanjutkan mengikuti tes sertifikasi keahlian. Bagi peserta yang lulus kedua tes tersebut akan mendapatkan dua sertifikat yaitu sertifikat telah mengikuti diklat serta sertifikat keahlian bendahara pengeluaran. Dapat dilaporkan dari 35 orang peserta tes komprehensif hanya 10 peserta yang dapat lanjut ke tes sertifikasi keahlian.

Berbeda dengan kedua pelatihan di atas, di akhir pelatihan perencanaan penganggaran hanya terdapat post test saja. Nantinya, peserta dari pelatihan ini akan mendapatkan sertifikat telah mengikuti pelatihan yang dikeluarkan oleh Pusdiklat Kemenristekdikti. “Banyak sekali ilmu-ilmu di bagian perencanaan penganggaran yang belum pernah kita tahu, setelah mengikuti pelatihan jadi tahu bagaimana perencanaan penganggaran itu.” Ucap Komang Dona Widiadnyana, salah satu peserta pelatihan perencanaan penganggaran. Komar adalah Kasubag Perencanaan Rumah Sakit dari Universitas Udayana Bali. Komang mengatakan selama mengikuti pelatihan maka banyak ilmu yang di dapat, nanti setelah kembali ke unit kerja masing-masing ilmu tersebut akan dibagikan ke teman-teman dan juga akan diterapkan.

Peserta pelatihan merasakan banyak manfaat positif dari pelatihan yang diselenggarakan. Peserta banyak bertemu orang baru dari berbagai perguruan tinggi dengan berbagai macam pengalaman bekerja. Pengalaman tersebut akan saling mereka tukarkan satu dengan yang lainnya sehingga menjadi tahu bagaimana cara untuk menyelesaikan masalah-masalah yang muncul dalam pekerjaannya nanti. Peserta merasakan, Widyaiswara yang mengajar sangat bervariatif dan sabar. Banyak cara yang digunakan dalam menyampaikan materi agar mudah ditangkap dan dipahami oleh peserta. Materi yang diberikan juga sangat sesuai dengan pelatihan yang diberikan. Peserta berharap dapat dipanggil lagi pada pelatihan-pelatihan selanjutnya.

Sebelum resmi di tutup oleh Kepala Pusdiklat Kemenristekdikti, Tim Evaluasi Penyelenggaraan Diklat yang terdiri dari Gumelar Retno Palupi dan Hasmo Sadewo dari Subbidang Program dan Evaluasi Pusdiklat, meminta waktu peserta untuk mengisi kuisioner evaluasi diklat di masing-masing laptop atau smartphone yang terhubung dengan jaringan internet. Peserta mengisi semua pertanyaan-pertanyaan yang ada. Evaluasi penyelenggaraan diklat merupakan tugas dan fungsi Bidang Program dan Kerjasama. “Kita perlu evaluasi karena sesuai dengan visi Pusdiklat, menjadi Pusdiklat prima yang mampu mengingkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia. Untuk mencapai visi tersebut perlu dilaksanakan dua misi salah satunya adalah meningkatkan kualitas penyelenggaraan diklat yang bermutu, efektif, dan efisien. Untuk tahu diklat ini sudah bermutu atau belum maka salah satu caranya perlu dilakukan evaluasi” Ucap Hasmo, Kepala Subbidang Program dan Evaluasi. Hasmo mengatakan hasil evaluasi yang didapatkan akan diolah dan dibuat laporan dalam jangka waktu yang singkat lalu disajikan ke Kepala Pusdiklat, Kepala Bagian Tata Usaha, Kepala Bidang Penyelenggaraan, dan Kepala Bidang Program dan Kerjasama untuk ditindaklanjuti. Harapannya dengan adanya evaluasi, adanya masukan dari peserta akan meningkatkan kualitas penyelenggaraan diklat kedepannya.

salah satu peserta mengerjakan tes komprehensif pelatihan bendahara pengeluaran

Kegiatan Pelatihan ini ditutup secara resmi oleh Kepala Pusdiklat Kemenristekdikti Wisnu S. Soenarso. Wisnu berpesan kepada seluruh peserta agar sering mengikuti pelatihan karena Aparatur Sipil Negara (ASN) dituntut harus semakin professional dan berwawasan luas. Peningkatan kemampuan personil sangat diperlukan untuk mewujudkan “good governance” dan “transparency”. Pada kesempatan ini, Kepala Pusdiklat Kemenristekdikti juga mengumumkan tingkat kepuasan peserta diklat terhadap penyelenggaraan diklat, yaitu 87.9%. Angka ini menunjukkan hasil yang baik, semoga kedepannya tingkat kepuasan bisa terus bertambah.

 

Korneti Rismawati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 − 11 =